Lapas Pati Berikan Premi kepada Warga Binaan, Apresiasi Produktivitas dan Bekal Kemandirian
PATI – NOTOPROJO.ID
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati menyerahkan premi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang aktif mengikuti program pembinaan kemandirian selama periode Juli 2026. Pemberian premi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas hasil kerja dan produktivitas warga binaan selama mengikuti berbagai kegiatan pembinaan.
Penyerahan premi yang berlangsung pada Rabu (6/8/2026) itu merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Pati untuk mendorong semangat kerja, kedisiplinan, serta meningkatkan motivasi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan selama menjalani masa pidana.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan dibekali berbagai keterampilan produktif yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Selain meningkatkan kompetensi kerja, program tersebut juga memberikan hak berupa premi kepada warga binaan sesuai hasil karya dan kontribusi yang telah dihasilkan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Pati, Wahyu Kusriyono Qorim, mengatakan pemberian premi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang menunjukkan komitmen dalam mengikuti program pembinaan.
“Premi ini merupakan hak warga binaan yang telah bekerja dan menghasilkan karya melalui program pembinaan kemandirian. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus meningkatkan keterampilan, membangun etos kerja yang baik, serta mempersiapkan diri agar mampu hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wahyu.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan kerja, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi dan berkontribusi secara positif setelah bebas.
Lapas Kelas IIB Pati terus berkomitmen mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan, melalui pembinaan yang berkelanjutan dan pemberian apresiasi atas hasil kerja, warga binaan memiliki bekal keterampilan, rasa percaya diri, dan semangat untuk memulai kehidupan baru secara mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.













