Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering
PATI – NOTOPROJO.ID
Viral baru-baru ini di media sosial terkait postingan seorang nasabah BRI unit Gembong yang mengaku kehilangan uang di rekening pribadinya, padahal tak pernah melakukan transaksi melalui ATM atau melalui aplikasi BRIMO.Namun pihak bank tetap menilai transaksi tersebut sah sehingga dana tak dapat dikembalikan kepada nasabah.

Pihak nasabah yang bernama Bagus, yang kehilangan saldo tabungan mengatakan ia mengetahui uang dalam rekening sudah tidak ada ketika ia akan menarik uang tunai. Namun pada saat itu, tidak bisa dilakukan karena status ATM terblokir padahal dalam rekening tersebut dananya sekitar Rp125 juta lebih.
“Setelah itu saya langsung ke bank, ternyata sudah ada transaksi dari BRIMO, saya ada aplikasi Brimo namun tidak pernah saya pakai dan lama tidak bisa dipakai ” jelasnya usai audensi di BRI Cabang Pati (03/03/26)
Dalam pelaporan rekening koran yang diterimanya, terdapat enam kali bukti transfer ke penerima atas nama Jaenudin SP, Siti Aisiah, serta sejumlah transaksi pembelanjaan online melalui aplikasi BRIMO.
Transaksi tersebut terjadi pada tanggal 02/02/26 – 03/02/26 yang terjadi enam kali sekaligus dalam selang waktu 3 jam. Transaksi gaib pertama dilakukan dari rekening nasabah yang dirugikan yakni senilai Rp 4,2 juta, kemudian selang 36 menit kembali dilakukan transaksi senilai Rp85,7 juta, selanjutnya Pukul 01:00 dini hari dua kali transaksi masing masing Rp.1juta tepat pukul 02:40 kembali ada transaksi Rp.9,9 juta, dilanjut pukul 02:17 transaksi sebesar Rp19,1 juta.sehingga uang yang tersisa dalam rekening yakni senilai Rp8,8 juta
Nasabah merasa dirugikan telah tiga kali melakukan aduan ke BRI Cabang Pati. Namun hasil investigasi dari kantor pusat BRI menyatakan bahwa transaksi tersebut sudah sesuai data pribadi pemilik rekening.
Pendamping Hukum nasabah, Muryanto.CPP mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Bank BRI Cabang Pati, pada hari ini Selasa 3 Maret 2026 untuk meminta penjelasan atas aduan oleh nasabah. Namun yang didapat menyatakan bahwa transaksi tersebut dinyatakan valid atau sah.
“Transaksi dianggap valid sehingga dari pihak bank beralasan secara sistem tidak bisa dikembalikan,” jelas Mury.
Ia mempertanyakan transaksi tersebut untuk dilakukan pencetakan koran. Namun yang ditemui dalam laporannya terdapat transaksi menggunakan aplikasi BRIMO yang di mana kliennya tidak pernah menggunakan aplikasi tersebut dalam bertransaksi.
Pihaknya pun meminta data penerima transfer yang tercetak di rekening koran, namun pihak bank disebut masih akan dikonsultasikan ke kantor Pusat.
“Kami meminta untuk dibukakan datanya ,dan pihak Bank akan memberikan namun dari bagian terkait dengan alasan perlindungan data nasabah sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.
Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan kehilangan dana pada salah satu rekening nasabah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office Pati memastikan telah melakukan investigasi secara menyeluruh atas pengaduan yang disampaikan.
Branch Office Head BRI Pati, Yuswandita Toesa F, menyampaikan bahwa BRI sangat menyesalkan kejadian yang dialami nasabah dan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penelusuran atas transaksi yang dipermasalahkan.
“BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan yang disampaikan dan kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. BRI berempati terhadap nasabah. Namun demikian, bank hanya dapat melakukan penggantian kerugian apabila terbukti terdapat kelalaian yang disebabkan oleh sistem perbankan,” ujar Yuswandita.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, BRI telah menemui nasabah yang bersangkutan pada Selasa (03/03/2026) guna menyampaikan penjelasan terkait kronologis transaksi dan hasil investigasi secara transparan.
Lebih lanjut, BRI mengimbau seluruh nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam bertransaksi serta tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi yang tidak resmi. Nasabah juga diminta untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan, termasuk nomor rekening, nomor kartu, PIN, user ID, password, maupun kode OTP kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BRI.
BRI menegaskan bahwa modus kejahatan social engineering dapat terjadi di industri perbankan mana pun, sehingga kewaspadaan dan literasi digital masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Sebagai informasi, BRI hanya menggunakan saluran komunikasi resmi dan akun media sosial yang telah terverifikasi, antara lain:
Website: www.bri.co.id
Instagram: @bankbri_id
Twitter/X: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRI
Facebook: Bank BRI
YouTube: Bank BRI
TikTok: @bankbri_id
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi Kantor BRI terdekat atau menghubungi Contact BRI 1500017.
Penulis : Heroe














