DPRD Pati Hormati Suspend Permanen SPPG Gembong 1, Evaluasi MBG Bakal Didorong
PATI – NOTOPROJO.ID
DPRD Kabupaten Pati menyatakan menghormati keputusan suspend permanen terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 yang diduga berkaitan dengan penyediaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ratusan siswa mengalami gejala keracunan. (11/09)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati atau yang akrab dipanggil Bu Ning, menegaskan persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius DPRD. Menurutnya, langkah evaluasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG tidak kembali menimbulkan persoalan yang mengancam kesehatan penerima manfaat.
“Nanti kami bahas, kita sikapi bersama sesuai aturan karena ini menjadi perhatian. Pasti akan kita evaluasi, tahapan atau sanksi pasti kita rekomendasikan,” ujar Bu Ning.
Kasus tersebut mencuat setelah sekitar 200 siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati mengalami gejala dugaan keracunan pada Rabu, 9 September 2026. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit, di antaranya RSUD RAA Soewondo Pati, RS Mitra Bangsa dan RS KSH.
Bu Ning mengatakan evaluasi DPRD tidak semata-mata berhenti pada pemberian sanksi terhadap SPPG. Menurutnya, seluruh rantai pelaksanaan MBG perlu diperiksa, mulai dari proses penyediaan makanan hingga distribusi kepada siswa.
“Evaluasi bukan hanya terkait SPPG, tetapi juga tahapan pelaksanaan program MBG. Kualitas makanan dan keamanan bagi penerima manfaat harus benar-benar terjamin,” tegasnya.
DPRD Pati menilai keselamatan anak harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program MBG. Program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa tersebut, kata Bu Ning, tidak boleh justru menimbulkan risiko kesehatan.
Sementara terkait aktivitas belajar mengajar pascakejadian, Bu Ning meminta sekolah tetap menjalankan kegiatan pembelajaran bagi siswa yang dalam kondisi sehat.
“Anak-anak yang tidak sakit wajib sekolah, yang sakit masih izin karena ini harus dimaklumi,” katanya.
Ia berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih. Di sisi lain, DPRD akan mendorong evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berharap anak-anak semuanya segera pulih. Yang terpenting ke depan pengawasan dan evaluasi diperkuat, sehingga program MBG benar-benar memberikan manfaat dan tidak mengorbankan keselamatan anak,” pungkasnya.














