Diduga Keracunan MBG, Siswa SMPN 1 Gembong Trauma: “Kami Tidak Bisa Memaksa Makan Lagi”
PATI, NOTOPROJO.ID
Dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyisakan trauma bagi sejumlah siswa.
Salah satunya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gembong yang hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD RAA Soewondo Pati.
Orangtua siswa, Andira, mengatakan anaknya mengaku trauma untuk kembali mengonsumsi makanan dari program MBG setelah mengalami sejumlah gejala yang kemudian membuatnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Tadi anaknya bilang bikin trauma MBG-nya. Jadi, kita tidak bisa memaksakan mau makan lagi atau tidak,” kata Andira saat ditemui di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (10/9/2026) siang.
Andira menuturkan, dirinya mengetahui kondisi anaknya pada Rabu (9/9/2026). Saat tiba di rumah sakit, kondisi anaknya disebut cukup mengkhawatirkan hingga harus mendapatkan penanganan intensif dan bantuan oksigen.
Menurut dia, anaknya sempat tidak sadarkan diri. Suhu tubuhnya juga disebut menurun drastis.
“Posisi anak saya sudah ditangani di sini, sudah dipasangi oksigen dan segala macam. Kondisinya tidak sadar, dingin banget badannya,” ujarnya.
Padahal, kata Andira, anaknya tidak langsung merasakan keluhan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (8/9/2026) pagi.
Gejala baru mulai dirasakan pada sore hari berupa diare. Anak tersebut juga mengeluhkan mual dan kemudian kembali mengalami diare pada keesokan harinya.
“Sore dia sudah merasa diare. ‘Aku kecapekan mungkin ya, Bun.’ Tapi kalau ada kejadian seperti itu, tiga kali diare, tidak bisa muntah, cuma mual. Terus pagi tetap sekolah. Tetapi, waktu ke sekolah juga diare lagi,” tuturnya.
Andira berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi agar kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG benar-benar diperhatikan.
Ia meminta setiap menu yang akan dibagikan kepada siswa dipastikan layak dikonsumsi sebelum didistribusikan.
“Benar-benar dipastikan ini layak untuk dikonsumsi anak. Jangan sampai ada kecurangan dari oknum-oknum, karena yang menjadi korban adalah anak-anak,” katanya.
Kasus dugaan keracunan MBG tersebut sebelumnya membuat sejumlah siswa di wilayah Gembong harus mendapatkan penanganan medis. Kondisi dan jumlah korban masih menjadi perhatian serta memerlukan penanganan dan evaluasi dari pihak terkait.
Penulis: Heroe














