Kemarau Panjang, 1.300 Hektare Tambak di Pati Terancam Kering, Kerugian Ditaksir Rp25 Miliar
PATI, NOTOPROJO.ID
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai berdampak serius terhadap sektor perikanan. Ribuan hektare lahan tambak terancam mengalami kekeringan sehingga aktivitas budidaya ikan dan udang di sejumlah wilayah ikut terganggu.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati mencatat sekitar 1.300 hektare lahan tambak berpotensi terdampak kekeringan. Kerugian akibat kondisi tersebut diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
Kepala DKP Kabupaten Pati Hadi Santoso mengatakan, lahan tambak yang terdampak tersebar di enam kecamatan.
“Sekitar 1.300 hektare. Kerugian sekitar Rp25 miliar,” kata Hadi kepada Mitrapost.com.
Menurut Hadi, tambak-tambak tersebut digunakan untuk membudidayakan berbagai jenis komoditas perikanan, mulai dari ikan nila, bandeng, gurame, lele hingga udang.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Juwana, Batangan, Pati, Tayu, Wedarijaksa, dan Dukuhseti.
Kondisi kekeringan ini menjadi tantangan bagi pembudidaya karena ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam keberlangsungan usaha tambak. Jika kemarau terus berlangsung, produktivitas tambak berpotensi menurun dan kerugian pembudidaya dapat bertambah.
Ribuan Hektare Sawah Juga Terancam
Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang tidak hanya terjadi pada sektor perikanan. Sektor pertanian di Kabupaten Pati juga menghadapi persoalan serupa.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Ratri Wijayanto sebelumnya menyebut sekitar 2.655 hektare lahan tanaman padi berpotensi terdampak kekeringan dan terancam mengalami gagal panen.
Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Pati Kota, Margorejo, Jakenan, dan Kayen.
“Adapun mungkin area yang relatif akan terdampak di angka sekitar 2.655 hektare,” ujar Ratri.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak kemarau panjang mulai dirasakan di berbagai sektor strategis di Kabupaten Pati. Pemerintah daerah perlu mengantisipasi ketersediaan air sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar dampak terhadap petani dan pembudidaya ikan tidak semakin meluas.
Reporter: Ar














