Wayang Orang di Pendopo Pati Bikin Ngakak, Dialog “Gratis” Jadi Perhatian Penonton
PATI — NOTOPROJO.ID
Pementasan wayang orang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 berlangsung meriah di Pendopo Kabupaten Pati pada Minggu (09 /08/26) Pertunjukan tersebut mendapat sambutan antusias dari para penonton yang hadir.
Pementasan semakin menarik ketika Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tampil memerankan tokoh wayang bersama Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo.
Sejumlah dialog dalam pementasan dikemas dengan humor dan sindiran ringan. Salah satu bagian yang mengundang gelak tawa penonton adalah ketika muncul pembahasan mengenai istilah “gratis”.
Dialog tersebut disampaikan dalam suasana pertunjukan dan menjadi bagian dari humor yang membuat penonton tertawa. Namun, istilah “gratis” kemudian menarik perhatian karena memiliki konteks yang pernah muncul dalam pemberitaan terkait wawancara usai persidangan perkara di Pengadilan Tipikor Semarang.
Sebelumnya, pada 8 Juli 2026, Bupati Pati nonaktif Sudewo menyampaikan pernyataan mengenai proses pencalonan Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati Pati.
Dalam keterangannya, Sudewo menyebut bahwa Risma menjadi Wakil Bupati Pati tanpa mengeluarkan biaya.
“Dia menjadi Wakil Bupati Pati itu gratis. Rp 1 juta saja tidak keluarkan uang. Partai tidak, massa tidak. Seharusnya bersyukur menjadi Wakil Bupati Pati. Jangan memfitnah saya terus. Fitnah dirasakan sudah lama,” tegas Sudewo.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Pati Non aktif Sudewo dalam konteks keterangannya terkait persoalan yang saat itu merasa di fitnah. Pernyataan itu menjadi bagian dari keterangan pihak yang bersangkutan dan tidak dapat dimaknai sebagai kesimpulan hukum di luar proses persidangan.
Sementara itu, dalam pementasan wayang orang di Pendopo Kabupaten Pati, penggunaan kata “gratis” disampaikan dalam konteks humor panggung. Tidak ada keterangan resmi dari pihak pemain yang menyebut bahwa dialog tersebut secara khusus ditujukan kepada pihak tertentu.
Meski demikian, kemunculan istilah tersebut membuat sebagian penonton mengaitkannya dengan pernyataan yang sebelumnya pernah disampaikan oleh Bupati Pati Non Aktif Sudewo. Hal itu menjadikan adegan tersebut semakin menggelitik dan memancing respons penonton.
Pementasan wayang orang ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703. Selain menjadi hiburan, keterlibatan pejabat daerah dan anggota DPRD dalam pertunjukan juga menjadi upaya menghadirkan seni tradisional dalam suasana yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan balutan humor, pertunjukan berlangsung cair. Gelak tawa penonton beberapa kali terdengar, terutama saat para pemain melontarkan dialog-dialog spontan yang berkaitan dengan situasi sosial dan kehidupan masyarakat.
Catatan redaksi
Kutipan Bupati Pati Non aktif Sudewo dalam berita ini disajikan sebagai pernyataan yang disampaikan pada 8 Juli 2026. Sementara dialog “gratis” dalam pementasan diposisikan sebagai bagian dari humor pertunjukan. Keduanya tidak disimpulkan memiliki hubungan langsung tanpa adanya pernyataan dari pihak terkait.
Penulis : HAW













