Kepala DPUTR Pati Dorong FGD Rutin dengan Media, Optimistis Infrastruktur Kabupaten Semakin Mantap
PATI, NOTOPROJO.ID
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati menggelar kegiatan bersama insan media yang dihadiri Kepala DPUTR Kabupaten Pati, Riyoso, didampingi Plt.Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo Kussiyanto Pertemuan tersebut menjadi ajang memperkuat komunikasi sekaligus menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati.Kegiatan dilaksanakan di Aula DPUTR Pati .Kamis (06/08/26)
Dalam kesempatan itu, Riyoso menyampaikan harapannya agar ke depan komunikasi antara DPUTR dan media tidak hanya dilakukan melalui pertemuan seremonial, tetapi juga melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar secara berkala.
“Ke depan kami berharap ada agenda FGD agar terjalin kedekatan emosional yang lebih baik antara DPUTR dan rekan-rekan media. Rencananya FGD akan dilaksanakan tiga kali dalam setahun dan akan kami koordinasikan bersama Diskominfo Kabupaten Pati,” ujar Riyoso.
Ia menjelaskan, beberapa program pembangunan sempat mengalami keterlambatan. Salah satunya disebabkan proses asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang harus dilalui sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan.
“Beberapa pembangunan sempat tertunda karena menunggu asistensi dari KPK. Namun setelah proses tersebut selesai, pekerjaan dapat kembali berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Riyoso juga mengakui bahwa DPUTR selama ini tidak lepas dari berbagai kritik masyarakat, khususnya terkait pemeliharaan infrastruktur. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari evaluasi yang sangat dibutuhkan selama disampaikan secara konstruktif.
“Kami senang dikritik, terutama untuk perbaikan maintenance ke depan. Namun kami berharap kritik maupun masukan disampaikan dengan cara yang baik. Semua saran yang membangun tentu akan kami terima sebagai bahan evaluasi,” ungkapnya.
Terkait dukungan publikasi, Riyoso berharap pada anggaran tahun 2025 tersedia alokasi khusus untuk publikasi yang mengangkat energi positif pembangunan di Kabupaten Pati.
“Kami berharap ada anggaran publikasi yang dapat menyampaikan informasi positif kepada masyarakat sehingga pembangunan di Kabupaten Pati dapat diketahui secara luas,” tambahnya.
Mengenai progres pembangunan fisik, Riyoso menyebut sebanyak 186 kegiatan telah selesai berkontrak. Selain itu, terdapat tambahan anggaran untuk sekitar 50 titik pekerjaan baru.
“Dengan selesainya seluruh titik pekerjaan tersebut, kami optimistis kondisi infrastruktur Kabupaten Pati akan semakin baik dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, rencana pembangunan Jalan Jati Kebo kec pucakwangi belum dapat direalisasikan karena status ruas tersebut masih merupakan jalan desa sehingga belum menjadi kewenangan DPUTR Kabupaten Pati.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur, DPUTR mengelola anggaran sekitar Rp285 miliar yang dibagi ke dalam berbagai program dan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Riyoso juga memaparkan perkembangan penyerapan anggaran. Sebagai perbandingan, Kabupaten Rembang telah mencatat penyerapan sekitar Rp45 miliar atau sekitar 17 persen, sedangkan Kabupaten Pati saat ini telah mencapai 16,7 persen.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat, DPUTR berharap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati dapat berjalan semakin optimal, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor : Heroe













