• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home HUKUM

Berawal dari Persoalan Hukum, Wiwid Pilih Belajar hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

Redaksi by Redaksi
September 20, 2026
in HUKUM
0
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Berawal dari Persoalan Hukum, Wiwid Pilih Belajar hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

PATI – NOTOPROJO.ID

Sebuah persoalan hukum yang dialami secara pribadi justru menjadi titik balik bagi Nurwiyati, S.H., atau yang akrab disapa Wiwid, untuk lebih memahami dunia hukum.Minggun ( 20/09/26)

Bagi Wiwid, hukum bukan lagi sekadar kumpulan pasal dan aturan yang dibaca di dalam buku. Hukum menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membuatnya terdorong untuk memahami proses hukum secara lebih mendalam.

Keinginan tersebut kemudian diwujudkan dengan kembali menempuh pendidikan di bidang hukum. Setelah menjalani proses perkuliahan, Wiwid akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikannya dan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) pada September 2026.

(foto : Wiwid/Nurwiyati S.H.)

Gelar tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Wiwid. Sebelumnya, ia telah memiliki latar belakang sebagai entrepreneur dan pengusaha di Kota Pati.

Keputusan untuk kembali ke bangku kuliah bukan tanpa alasan. Pengalaman menghadapi persoalan pidana yang dialaminya sendiri menjadi salah satu motivasi utama.

Wiwid ingin memahami hukum bukan hanya dari cerita orang lain, tetapi melalui proses akademik yang membuatnya dapat mempelajari dasar-dasar hukum, ketentuan pidana, hukum acara, pembuktian, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan proses penegakan hukum.

“Awalnya karena saya mengalami sendiri persoalan pidana. Dari situ saya berpikir, saya harus belajar hukum supaya bisa memahami persoalan yang saya hadapi dengan lebih baik, agar saya tidak mudah ditipu orang,” kata Wiwid.

Pendidikan Hukum Menjadi Jalan untuk Memahami Persoalan

Menurut Wiwid, pengalaman berhadapan dengan persoalan hukum memberikan pelajaran penting bahwa setiap perkara perlu dilihat berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku.

Seseorang yang menghadapi persoalan hukum, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan asumsi, emosi, atau informasi yang diperoleh dari lingkungan sekitar.

Pemahaman mengenai hukum menjadi penting agar setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang jelas.

Karena itu, keputusan Wiwid menempuh pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Bagi Wiwid, lingkungan akademik memberikan kesempatan untuk mempelajari hukum secara lebih sistematis, mulai dari teori, peraturan perundang-undangan, hukum pidana, hukum perdata, hukum acara hingga berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.

Mengenal Fakultas Hukum Unissula

Pilihan menempuh pendidikan hukum di Unissula juga menjadi pengalaman tersendiri bagi Wiwid.

Fakultas Hukum Unissula merupakan bagian dari Universitas Islam Sultan Agung yang memberikan pendidikan hukum dengan perpaduan antara keilmuan hukum dan nilai-nilai Islam.

Bagi mahasiswa yang ingin mendalami ilmu hukum, pendidikan tidak hanya diarahkan untuk memahami aturan secara tekstual, tetapi juga membangun cara berpikir hukum yang kritis, sistematis dan berlandaskan nilai moral.

Lingkungan akademik menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, mengkaji peraturan, memahami kasus hukum, serta mengembangkan kemampuan berpikir analitis.

Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman yang dirasakan Wiwid selama menjalani proses pendidikan.

Menurutnya, belajar hukum membuat seseorang tidak hanya mengetahui isi pasal, tetapi juga memahami bagaimana suatu aturan diterapkan dan bagaimana sebuah persoalan harus dianalisis berdasarkan fakta serta bukti.

“Di bangku kuliah saya semakin memahami bahwa hukum tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Ada aturan, ada fakta, ada bukti dan ada proses yang harus dipahami secara keseluruhan,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang hukum, pengalaman Wiwid juga menunjukkan bahwa kesempatan belajar dapat ditempuh pada berbagai tahapan kehidupan.

Tidak harus selalu dimulai setelah lulus sekolah. Kemauan untuk belajar dan memperdalam ilmu dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas diri.

Pengalaman Menjadi Motivasi

Perjalanan Wiwid dalam menempuh pendidikan hukum juga tidak terlepas dari tantangan. Menjalani perkuliahan sembari menghadapi berbagai persoalan kehidupan membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi sumber motivasi.

Alih-alih menjadikan persoalan hukum sebagai alasan untuk berhenti, Wiwid memilih menjadikannya sebagai dorongan untuk meningkatkan pengetahuan.

Baginya, pendidikan hukum bukan semata-mata tentang memperoleh gelar akademik. Lebih jauh, pendidikan tersebut menjadi cara untuk memahami bagaimana hukum bekerja dan bagaimana seseorang seharusnya bersikap ketika berhadapan dengan persoalan hukum.

“Belajar hukum membuat saya memahami bahwa sebuah persoalan harus dilihat secara utuh. Ada fakta, ada bukti, ada proses dan ada aturan yang harus dipahami,” ujarnya.

Tidak Berhenti pada Gelar

Setelah menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada 2026, Wiwid berharap ilmu yang diperolehnya dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sekaligus memahami berbagai persoalan hukum secara lebih objektif.

Ia menyadari bahwa dunia hukum terus berkembang. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah tetap perlu dikembangkan melalui membaca, berdiskusi, mengikuti perkembangan peraturan dan memahami praktik hukum.

Bahkan, Wiwid berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Hukum (M.H.).

“Gelar ini bukan akhir. Justru menjadi awal untuk terus belajar dan melanjutkan ke pascasarjana,” katanya.

Bagi Wiwid, pendidikan hukum di Unissula menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan tersebut. Dari pengalaman pribadi menghadapi persoalan hukum, kemudian muncul keinginan untuk memahami hukum secara akademis.

Dari Persoalan Menjadi Pembelajaran

Wiwid berharap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan hukum tidak mudah menyerah.

Menurutnya, setiap persoalan harus dihadapi dengan kepala dingin, memahami fakta, serta mengikuti proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Perjalanan Wiwid dari seseorang yang menghadapi persoalan pidana hingga kemudian memilih belajar hukum menjadi kisah tentang bagaimana pengalaman dapat mengubah seseorang.

Dari sebuah persoalan, tumbuh keinginan untuk memahami. Dari keinginan untuk memahami, lahir keberanian untuk kembali belajar.

Dan pada 2026, perjalanan tersebut mengantarkan Nurwiyati atau Wiwid meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Bagi Wiwid, pendidikan bukan sekadar tentang selembar ijazah. Pendidikan adalah bekal untuk memahami kehidupan, termasuk ketika harus berhadapan dengan persoalan hukum.

“Jangan jadikan persoalan sebagai alasan untuk menyerah. Jadikan pengalaman sebagai motivasi untuk belajar, memahami, dan menjadi lebih kuat,” pungkas Wiwid.

Belajar Hukum, Membangun Masa Depan

Bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap dunia hukum, pengalaman Wiwid menjadi gambaran bahwa pendidikan hukum dapat menjadi bekal penting untuk memahami persoalan hukum secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Melalui Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan di bidang hukum sekaligus membangun pola pikir kritis, integritas serta kepedulian terhadap persoalan hukum di masyarakat.

Bagi Wiwid sendiri, pilihan belajar hukum bukan sekadar mengejar gelar. Pendidikan tersebut menjadi perjalanan untuk memahami hukum dengan lebih baik, meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan langkah berikutnya menuju pendidikan Magister Hukum (M.H.).

Belajar hukum hari ini, mempersiapkan masa depan dengan ilmu dan integritas.

Penulis: Heroe

Previous Post

SPPG Karangboyo Juwana Klarifikasi Video Viral, Sebut Temuan Bukan Belatung Melainkan Ulat dari Selada

Next Post

Sudewo Kritik Tuntutan JPU KPK: Dinilai Tak Cerminkan Fakta Persidangan

Redaksi

Redaksi

Next Post

Sudewo Kritik Tuntutan JPU KPK: Dinilai Tak Cerminkan Fakta Persidangan

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Marketing Prabu Motor Ponorogo Berikan Solusi dan Pelayanan Terbaik Untuk Konsumen

Agustus 23, 2023

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

Sudewo Kritik Tuntutan JPU KPK: Dinilai Tak Cerminkan Fakta Persidangan

September 21, 2026

Berawal dari Persoalan Hukum, Wiwid Pilih Belajar hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

September 20, 2026

SPPG Karangboyo Juwana Klarifikasi Video Viral, Sebut Temuan Bukan Belatung Melainkan Ulat dari Selada

September 19, 2026

Rapat Paripurna DPRD Pati Setujui Perubahan APBD 2026, Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

September 19, 2026

Recent News

Sudewo Kritik Tuntutan JPU KPK: Dinilai Tak Cerminkan Fakta Persidangan

September 21, 2026

Berawal dari Persoalan Hukum, Wiwid Pilih Belajar hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

September 20, 2026

SPPG Karangboyo Juwana Klarifikasi Video Viral, Sebut Temuan Bukan Belatung Melainkan Ulat dari Selada

September 19, 2026

Rapat Paripurna DPRD Pati Setujui Perubahan APBD 2026, Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

September 19, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Derap Hukum
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • KULINER
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

Sudewo Kritik Tuntutan JPU KPK: Dinilai Tak Cerminkan Fakta Persidangan

September 21, 2026

Berawal dari Persoalan Hukum, Wiwid Pilih Belajar hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

September 20, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika