BKN Siapkan Terobosan Baru, ASN Berpeluang Bekerja Dekat Rumah demi Kesejahteraan Keluarga
JAKARTA – NOTOPROJO.ID
Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah menyiapkan terobosan baru dalam tata kelola aparatur sipil negara (ASN) dengan menghadirkan program yang memungkinkan pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bekerja lebih dekat dengan domisilinya.
Kebijakan tersebut digagas sebagai upaya menciptakan birokrasi yang lebih fleksibel sekaligus meningkatkan kesejahteraan ASN tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan program tersebut lahir dari banyaknya aspirasi ASN yang menginginkan penempatan kerja lebih dekat dengan keluarga. Menurutnya, keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas dan kualitas hidup para pegawai.
“BKN mendekatkan ASN pada keluarganya, pada domisilinya, insyaallah sudah akan bisa kita dekatkan ASN kita,” ujar Zudan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi BKN.(25/07/26)
Meski demikian, Zudan menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan secara nasional. Tahap awal akan dimulai melalui uji coba di lingkungan internal BKN guna mengukur efektivitas pelaksanaan, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap kinerja organisasi.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan hasil positif, skema serupa diharapkan dapat diadopsi oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai bagian dari reformasi manajemen ASN.
“Ini untuk BKN saja dulu, nanti mudah-mudahan bisa menginspirasi kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga bisa menjadi gerakan nasional,” kata Zudan.
Menurutnya, program ini bukan sekadar mengubah pola penempatan pegawai, tetapi juga menjadi strategi untuk menekan beban pengeluaran ASN. Selama ini, tidak sedikit pegawai yang harus tinggal terpisah dari keluarga karena lokasi penugasan berada jauh dari domisili, sehingga harus menanggung biaya hidup di dua tempat sekaligus, termasuk biaya transportasi yang cukup besar.
Bagi ASN yang telah berkeluarga, bekerja lebih dekat dengan rumah dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari memiliki lebih banyak waktu bersama pasangan dan anak, mengurangi waktu perjalanan, hingga menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Selain itu, pengeluaran untuk transportasi, akomodasi, listrik, air, hingga kebutuhan rumah tangga diyakini dapat ditekan apabila suami dan istri dapat tinggal bersama di satu rumah.
Zudan mengakui kondisi fiskal pemerintah saat ini belum memungkinkan untuk menaikkan pendapatan ASN secara signifikan. Karena itu, menurutnya, mengurangi beban pengeluaran menjadi langkah yang realistis dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai.
“Kalau suami istri berkumpul, bisa hemat tiket pesawat, bisa hemat pengeluaran dapur, listrik, air. Ketika saya belum bisa meningkatkan pendapatan, akan sangat bijaksana kalau semua pimpinan bisa mengurangi tingkat pengeluaran. Oleh karena itu, program ini mulai kita eksekusi,” tuturnya.
Dari sisi organisasi, kebijakan penempatan ASN yang lebih dekat dengan domisili juga diyakini mampu meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja. Pegawai yang tidak lagi terbebani perjalanan jauh akan memiliki waktu istirahat yang lebih baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Meski demikian, implementasi program ini tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Penempatan ASN harus mempertimbangkan kebutuhan organisasi, pemerataan sumber daya manusia, kompetensi pegawai, serta ketersediaan formasi di setiap daerah.
Apabila uji coba berjalan sukses, program ini berpotensi menjadi salah satu tonggak reformasi birokrasi nasional yang lebih humanis, dengan menempatkan kesejahteraan ASN sebagai bagian penting dalam peningkatan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.














