Dishub Pati Survei Jalan Gunungsari, Pagar Pembatas di Kawasan Rawan Jurang Diupayakan Masuk Anggaran
PATI – NOTOPROJO.ID
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati akan melakukan survei di ruas jalan Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, yang berbatasan dengan Kecamatan Gunungwungkal. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait belum tersedianya pagar pembatas di jalur pegunungan yang dinilai rawan kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Tony Romas Indarta, mengatakan survei bertujuan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menghitung kebutuhan pemasangan pagar pembatas. Hasil survei nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran.
Apabila kondisi di lokasi dinilai mendesak, Dishub akan berkoordinasi dengan Plt Bupati Pati agar pembangunan pagar pembatas dapat diusulkan melalui perubahan anggaran tahun berjalan. Jika belum memungkinkan, penganggarannya akan diajukan pada tahun anggaran berikutnya.
“Akan kami survei dulu kebutuhannya berapa. Nanti akan kita anggarkan. Kalau memang kebutuhannya mendesak, akan kami sampaikan kepada Pak Bupati agar bisa dianggarkan pada perubahan anggaran tahun ini. Kalau belum memungkinkan, akan kami usulkan pada anggaran tahun depan,” ujar Tony.
Selain melakukan survei di lokasi tersebut, Dishub juga akan mengkaji sejumlah titik lain yang dinilai membutuhkan pemasangan pagar pengaman jalan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Tony, keberadaan pagar pembatas di ruas jalan Desa Gunungsari menuju Kecamatan Gunungwungkal sangat penting mengingat jalur tersebut berada di kawasan perbukitan dengan medan yang curam dan berbatasan langsung dengan jurang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama kecelakaan tunggal.
“Memang medannya berupa tebing dan jurang, sehingga sangat penting dipasang pagar pembatas untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Sebelumnya, warga Desa Gunungsari, Sugiyanto, menyampaikan keluhan mengenai belum adanya pagar pembatas di ruas jalan tersebut. Ia mengaku telah mengusulkan pemasangan pagar melalui Musyawarah Desa (Musdes) karena lokasi itu kerap terjadi kecelakaan tunggal.
“Yang saya usulkan melalui Musdes adalah pemasangan pembatas jalan atau pagar. Sebab, di lokasi tersebut cukup sering terjadi kecelakaan tunggal hingga kendaraan masuk ke jurang,” ungkapnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pati dapat segera merealisasikan pemasangan pagar pembatas di jalur tersebut. Selain untuk menekan risiko kecelakaan, keberadaan pagar pengaman juga dinilai penting agar warga merasa lebih aman dan nyaman saat menjalankan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, bersekolah, mengangkut hasil pertanian, maupun aktivitas lainnya yang melintasi jalur pegunungan tersebut.
Editor: Agus Suprianto














