Kemenag Pati Salurkan Zakat Rp782 Juta, Bedah Rumah hingga Modal Usaha untuk Ratusan Warga
PATI – NOTOPROJO.ID
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyalurkan dana zakat sebesar Rp782 juta kepada masyarakat pada triwulan kedua tahun 2026. Dana tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan, mulai dari bedah rumah, modal usaha, bantuan untuk masjid, madrasah, madrasah diniyah, hingga santunan bagi masyarakat miskin dan dhuafa.
Kepala Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengatakan penyaluran zakat merupakan bagian dari komitmen Kemenag untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberdayakan umat melalui pemanfaatan dana zakat secara tepat sasaran.
“Pada triwulan kedua ini, Kemenag Pati mentasarufkan zakat kepada para penerima. Bantuan yang diberikan meliputi bedah rumah, modal usaha, bantuan masjid, madrasah, madrasah diniyah, serta bantuan bagi kaum miskin dan dhuafa,” ujar Syaiku.
Ia menjelaskan, dana zakat yang berhasil dihimpun selama triwulan kedua mencapai Rp782 juta. Penyaluran bantuan difokuskan kepada masyarakat di wilayah eks-Kawedanan Juwana dan eks-Kawedanan Tayu, dengan jumlah penerima di setiap kecamatan berkisar antara 70 hingga 80 orang.
Menurutnya, penyaluran dilakukan secara bertahap selama tiga bulan. Pada Rabu (8/7/2026), bantuan disalurkan kepada masyarakat di dua wilayah eks-kawedanan tersebut.
Untuk wilayah Eks-Kawedanan Juwana, bantuan diberikan kepada warga di Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa, dan Trangkil. Sementara di Eks-Kawedanan Tayu, penerima berasal dari Kecamatan Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Cluwak, dan Gunungwungkal.
Syaiku menuturkan, nilai bantuan disesuaikan dengan jenis kebutuhannya.
Program bedah rumah memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp12,5 juta per penerima, sedangkan bantuan untuk masjid dan madrasah masing-masing sekitar Rp5 juta.
“Untuk bedah rumah sifatnya hanya stimulan sehingga belum bisa langsung membangun rumah secara utuh. Tahun ini terdapat 19 titik penerima bantuan dengan nilai Rp12,5 juta per rumah. Selain itu, kami juga memberikan bantuan kepada masjid, madrasah, serta guru yang memiliki rumah tidak layak huni,” jelasnya.
Ia berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi maupun kualitas hidup para penerima.
“Harapan kami, bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan konsumtif semoga dapat membantu kebutuhan sehari-hari, bantuan modal usaha bisa dikembangkan sehingga meningkatkan perekonomian keluarga, sedangkan bantuan bedah rumah diharapkan membuat tempat tinggal menjadi lebih layak, nyaman, serta berdampak positif terhadap kesehatan dan kualitas ibadah para penerima,” pungkasnya.
Editor : Agus Suprianto













