Kapolresta Pati Dorong Mahasiswa STAI Jadi Garda Terdepan Keselamatan Berlalu Lintas
PATI – NOTOPROJO.ID
Satlantas Polresta Pati menyasar kalangan mahasiswa melalui program Police Goes to Campus untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas. Kali ini, edukasi keselamatan berkendara digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 WIB tersebut diikuti mahasiswa, mahasiswi, dan dosen STAI Pati. Selain memberikan pemahaman tentang keselamatan berkendara, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026.
Edukasi dipimpin Kasubsatgas Dikmas IPTU Gunawan S., S.H., bersama enam personel Subsatgas Dikmas Satlantas Polresta Pati. Materi yang disampaikan meliputi kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan berkendara, serta pentingnya mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.
Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit, S.I.K., M.H., mengatakan lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu sasaran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis untuk menyebarkan kesadaran keselamatan berkendara kepada lingkungan sekitarnya.
Menurut dia, kedisiplinan berlalu lintas seharusnya tumbuh dari kesadaran pribadi, bukan hanya karena adanya pengawasan atau penindakan petugas kepolisian.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan dan kesadaran setiap pengguna jalan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami aturan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sigit.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus memberikan contoh positif kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga diajak untuk tidak melakukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Dalam sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026, petugas turut mengingatkan sejumlah pelanggaran yang menjadi perhatian, antara lain melawan arus, menerobos lampu merah, penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, serta kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Penggunaan stiker pemantul cahaya pada bagian belakang kendaraan besar sesuai ketentuan juga menjadi salah satu materi edukasi.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Pati Kompol I Putu Asti Hermawan Santoso, S.I.K., M.H., M.Si., menjelaskan bahwa program Police Goes to Campus merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif dan persuasif.
Ia berharap mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus ikut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.
“Kami mengingatkan mahasiswa agar selalu menggunakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, dan memastikan kelengkapan kendaraan. Operasi Patuh Candi bukan semata-mata tentang penindakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bertanggung jawab di jalan raya,” jelas I Putu Asti.
Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu menekan angka pelanggaran serta mengurangi risiko dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pati.
Satlantas Polresta Pati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Dengan melibatkan kalangan akademisi dan mahasiswa, program Police Goes to Campus diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa tertib berlalu lintas merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan.
(Redaksi)














