SPPG Gembong I Ditutup Sementara, Ratusan Siswa Diduga Keracunan Menu MBG
PATI – NOTOPROJO.ID
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong I, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, ditutup sementara setelah muncul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa di dua sekolah.
Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi sekaligus untuk mencegah adanya kejadian serupa selama proses pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menjadi sumber gangguan kesehatan para siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Gembong I.
“Pastinya ditutup sementara, sambil mitigasi, keracunannya dari makanan apa tadi,” ujar Chandra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (9/9/2026).
Menurut Chandra, pemerintah daerah juga mengambil sampel makanan yang sebelumnya dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu sampel yang diperiksa yakni menu nasi bakar dengan ayam suwir.
Sampel tersebut kemudian dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung zat atau mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
“Sampelnya kita kirim ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilabkan. Masalahnya di mana,” katanya.
Ratusan Siswa Mengalami Keluhan
Dugaan keracunan tersebut sebelumnya dialami siswa MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong. Sejumlah siswa mengeluhkan berbagai gejala, mulai dari mual hingga diare.
Peristiwa tersebut bermula setelah menu MBG didistribusikan kepada siswa pada Selasa (8/9/2026). Berdasarkan informasi sementara, pendistribusian makanan ke dua sekolah tersebut mengalami keterlambatan.
Pada saat makanan dikonsumsi, para siswa disebut belum langsung mengalami keluhan kesehatan. Namun, beberapa jam kemudian, terutama pada sore hingga malam hari, mulai muncul sejumlah siswa yang mengeluhkan mual dan diare.
Keluhan tersebut kemudian berlanjut hingga Rabu (9/9/2026), ketika para siswa kembali berada di lingkungan sekolah.
Berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan di MTs Negeri 3 Pati tercatat sebanyak 127 siswa.
Sementara itu, di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru yang dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Dengan demikian, total sementara warga sekolah yang dilaporkan mengalami gejala mencapai 243 orang, terdiri dari 230 siswa dan 13 guru.
Menunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan kepastian apakah gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain.
Penutupan sementara SPPG Gembong I menjadi bagian dari langkah kehati-hatian pemerintah sembari proses investigasi dan pemeriksaan sampel makanan dilakukan.
Pemerintah juga diharapkan memastikan seluruh proses penyediaan dan distribusi makanan MBG, mulai dari pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga pengiriman ke sekolah, memenuhi standar keamanan pangan.
Hingga hasil laboratorium keluar, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
(Redaksi)














