259 Orang Bergejala, 48 Pasien Masih Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG di Gembong
PATI – NOTOPROJO.ID
Sebanyak 259 orang dilaporkan mengalami gejala setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Gejala yang dialami korban antara lain mual dan diare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.
Rinciannya, 23 pasien dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati, 12 pasien di RS Mitra Bangsa, 12 pasien di KSA, dan satu pasien di Puskesmas Pati III. Sementara itu, 138 orang menjalani rawat jalan dan tiga orang masih dalam observasi dokter puskesmas.
Hal tersebut disampaikan Joko Laksono Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, saat mendampingi pemantauan bersama Komisi D DPRD Kab Pati terkait kondisi korban di RSUD Soewondo Pati, Kamis (10/9/2026).
Menurut Joko, sebagian korban mulai merasakan gejala sekitar enam jam setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Secara umum, mereka mendapatkan makanan MBG. Kemudian sekitar pukul 21.00 sampai 22.00 WIB mulai terjadi gejala. Ada yang mengalami mual dan diare,” ujar Joko.
Sejumlah korban kemudian dibawa ke puskesmas karena mengalami diare yang terus berlangsung. Dalam proses evakuasi, petugas puskesmas juga mendapat bantuan dari tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas lainnya.
Joko mengatakan, sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut dikirim ke Semarang karena Kabupaten Pati belum memiliki peralatan untuk memeriksa kuman yang terdapat dalam makanan.
“Hasil pemeriksaan paling cepat sekitar empat hari. Tadi malam sampelnya baru dipacking untuk kemudian dikirim dan diperiksa di laboratorium di Semarang,” katanya.
Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada para korban.
“Semoga tidak ditemukan kuman yang membahayakan dan tidak memberikan efek permanen kepada anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi pasien yang masih menjalani perawatan secara umum disebut baik. Penanganan utama terhadap pasien dengan gejala keracunan adalah mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah maupun diare.
“Yang penting adalah rehidrasi. Kalau di rumah sakit, pasien yang membutuhkan biasanya langsung mendapatkan infus. Cairan dan nutrisi yang hilang akibat diare dapat digantikan,” jelas Joko.
Pemantauan terhadap kondisi para korban, lanjut dia, akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Penulis : Heroe














