• Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Notoprojo
Advertisement
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Notoprojo
No Result
View All Result
Home Seputar Pati

DPRD Pati Minta SPPG Gembong Dievaluasi Usai Ratusan Siswa Bergejala

Redaksi by Redaksi
September 10, 2026
in Seputar Pati
0
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DPRD Pati Minta SPPG Gembong Dievaluasi Usai Ratusan Siswa Bergejala

PATI – NOTOPROJO.ID

Pemerintah Kabupaten Pati bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong setelah ratusan siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data sementara, sebanyak 259 orang mengalami gejala, seperti mual dan diare. Dari jumlah tersebut, 48 pasien menjalani rawat inap, 138 orang rawat jalan, sedangkan tiga orang masih dalam observasi dokter puskesmas.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi.

Menurut Endah, pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk membahas kemungkinan pemberian sanksi terhadap SPPG serta kompensasi bagi masyarakat yang terdampak.

“Kalau mengenai sanksi bagi SPPG dan juga kompensasi bagi korban keracunan, termasuk yang tidak dirawat tetapi mengalami kondisi tertentu, ini nanti akan kami bahas. Pastinya kami akan bersikap sesuai dengan aturan,” ujar Endah.

Ia menegaskan, evaluasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar dan tidak membahayakan penerima manfaat.

“Ini memang harus menjadi suatu perhatian supaya tidak terjadi lagi. Untungnya tidak ada sampai yang jauh lebih parah dari kondisi yang ada saat ini,” katanya usai memantau di RSUD Soewondo.Kamis (10/09/26)

SPPG Gembong Sementara Dihentikan

Endah juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk sementara tidak beroperasi.

“Sejauh ini sementara tidak. Pastinya karena akan ada evaluasi,” ujarnya.

Ia berharap penghentian sementara tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi secara menyeluruh.

Terlebih, sejumlah anak disebut mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Menurut Endah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan program MBG tidak justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa maupun orang tua.

Pembelajaran Tetap Berjalan

Sementara itu, kegiatan pembelajaran di sekolah terdampak tetap berlangsung. Siswa yang dalam kondisi sehat tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar.

“Anak-anak yang tidak bermasalah pagi ini tetap berangkat ke sekolah. Kalau yang masih kurang fit, tentunya masih izin. Kami harapkan pihak sekolah bisa memaklumi,” jelasnya.

Endah juga merespons adanya sejumlah orang tua yang mulai menyuarakan penolakan terhadap program MBG setelah kejadian tersebut.

“Ini nanti kita tampung. Kejadian ini pasti sudah dipantau dan menjadi catatan. Kami akan mengikuti perkembangan di masyarakat berkaitan dengan program MBG,” katanya.

Pemeriksaan Laboratorium Jadi Penentu

Di sisi lain, Joko Laksono Eksin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mengatakan kondisi pasien yang masih menjalani perawatan secara umum cukup baik.

Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium di Semarang. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada para korban.

“Hasil pemeriksaan paling cepat sekitar empat hari. Sampelnya sudah dipacking untuk kemudian dikirim dan diperiksa di laboratorium di Semarang,” ujar Joko.

Ia menambahkan, Kabupaten Pati belum memiliki peralatan yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kuman atau mikroorganisme yang terdapat dalam makanan.

Karena itu, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut.

Baik DPRD maupun Dinas Kesehatan memastikan kondisi para korban akan terus dipantau dan pelaksanaan program MBG di wilayah Pati akan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Penulis : Heroe

Previous Post

259 Orang Bergejala, 48 Pasien Masih Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG di Gembong

Redaksi

Redaksi

Stay Connected test

  • 86.8k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Tetap Waspada Uang Hilang Dari Rekening, Hati Hati Modus Social Engineering

Maret 4, 2026

Yuk…Cek Jadwal Praktek Dokter Di Rumah Sakit KSH Pati

Juni 3, 2022
Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian di Lapangan Kedungwinong Pati

September 14, 2024

Marketing Prabu Motor Ponorogo Berikan Solusi dan Pelayanan Terbaik Untuk Konsumen

Agustus 23, 2023

PPDB Bakal Ada 4 Jalur, Bupati Ingatkan Urgensi Kepatuhan pada Regulasi

0

Ganjar Pranowo Melepas 5748 Pemudik Jateng,Dari Taman Mini Indonesia Indah

0

Berbagi Takjil Bersama KMJS UNNES Di Jepara

0

Sebanyak 1228 Peserta Seleksi Calon Pegawai Pemkab Jepara Terima SK Pengangkatan Sebagai ASN

0

DPRD Pati Minta SPPG Gembong Dievaluasi Usai Ratusan Siswa Bergejala

September 10, 2026

259 Orang Bergejala, 48 Pasien Masih Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG di Gembong

September 10, 2026

SPPG Gembong I Ditutup Sementara, Ratusan Siswa Diduga Keracunan Menu MBG

September 10, 2026

KONTEN KREATOR DI RUMAH SAKIT: ANTARA KEBEBASAN MEMBUAT KONTEN DAN HAK PRIVASI PASIEN

September 10, 2026

Recent News

DPRD Pati Minta SPPG Gembong Dievaluasi Usai Ratusan Siswa Bergejala

September 10, 2026

259 Orang Bergejala, 48 Pasien Masih Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG di Gembong

September 10, 2026

SPPG Gembong I Ditutup Sementara, Ratusan Siswa Diduga Keracunan Menu MBG

September 10, 2026

KONTEN KREATOR DI RUMAH SAKIT: ANTARA KEBEBASAN MEMBUAT KONTEN DAN HAK PRIVASI PASIEN

September 10, 2026
Notoprojo

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Berita
  • Berita Advertorial DPRD Pati
  • Berita Advetorial DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Berita Advetorial Kab Temanggung
  • Berita Advetorial Kodim 0718/Pati
  • Berita Advetorial Pemkab Blora
  • Berita Advetorial.Kab Rembang
  • Berita Derap Hukum
  • Berita Kriminal Polda Jateng
  • Berita Lokal
  • Berita Polda Jawa Tengah
  • Berita Polres Demak
  • Berita Polres Grobogan
  • Berita Polres Jepara
  • Berita Polres Kudus
  • Berita Polres Pati
  • Berita Polresta Pati
  • Berita Promo
  • Berita Terkini
  • Blora News
  • Business
  • Cerita Budaya Indonesia
  • Demak News
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • HUKUM
  • INFO SEPUTAR JEPARA
  • Jawa Tengah Terkini
  • Jepara News
  • Kisah Inspiratif
  • Kudus News
  • KULINER
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Notoprojo Blora
  • NOTOPROJO KAB BATANG
  • Notoprojo Kab Demak
  • NOTOPROJO KAB GROBOGAN
  • Notoprojo Kab Jepara
  • Notoprojo Kab Kudus
  • NOTOPROJO KAB MAGELANG
  • Notoprojo Kab Rembang
  • Notoprojo Kab Sragen
  • Notoprojo Pemkab Pati
  • Obrolan dan Seni
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Seputar Blora
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Olahraga
  • Seputar Pati
  • Seputar Rembang
  • Sport
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World

Recent News

DPRD Pati Minta SPPG Gembong Dievaluasi Usai Ratusan Siswa Bergejala

September 10, 2026

259 Orang Bergejala, 48 Pasien Masih Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG di Gembong

September 10, 2026
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika

No Result
View All Result
  • Notoprojo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • REDAKSI
  • Tentang Kami

© 2022 notoprojo.id
PT Media Karya Komunika