Festival Hari Jadi Pati ke-703 Dinilai Semakin Menarik, Praktisi Hukum Soroti Transparansi Anggaran
PATI – NOTOPROJO.ID
Rangkaian Festival Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Perpaduan antara kesenian tradisional daerah dan pertunjukan modern dinilai mampu menghadirkan hiburan yang menarik sekaligus menjaga keberadaan budaya lokal.
Praktisi hukum sekaligus pemerhati kegiatan tradisional asal Surakarta, Dr. Teguh Hartono, SH, MH, melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Redaksi NOTOPROJO.ID, Sabtu (8/8/2026), menilai pelaksanaan festival dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 sudah cukup baik.
Menurut Teguh, salah satu hal positif dari kegiatan tersebut adalah keberanian panitia menampilkan kesenian daerah yang dipadukan dengan kesenian modern.
“Festival di Pati dalam rangka Hari Jadi Pati sudah bagus. Sudah menampilkan kesenian daerah, kemudian ditambahkan dengan kesenian modern. Perpaduan tersebut menurut saya cukup bagus,” ujar Teguh.
Ia berharap konsep tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
“Semoga ke depan terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai meninggalkan kesenian dan budaya daerah,” katanya.
Namun, di balik apresiasi terhadap konsep kegiatan, Teguh juga menyoroti aspek transparansi pembiayaan. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai sumber dan besaran anggaran yang digunakan untuk menyelenggarakan rangkaian Festival Hari Jadi Pati ke-703.
Teguh menduga nilai perputaran uang dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut dapat mencapai miliaran rupiah. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut perlu dikonfirmasi melalui data resmi dari panitia maupun Pemerintah Kabupaten Pati.
“Kalau melihat rangkaian kegiatan, jumlah acara, panggung, hiburan dan berbagai kebutuhan lainnya, saya menduga perputaran nilai uangnya bisa mencapai miliaran rupiah. Tetapi itu tentu harus dibuktikan dengan data dan laporan resmi,” ujarnya.
Karena itu, Teguh meminta panitia pelaksana maupun Pemerintah Kabupaten Pati menyampaikan secara terbuka mengenai sumber pembiayaan kegiatan kepada masyarakat.
Menurutnya, perlu dijelaskan secara transparan berapa anggaran yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Pati dan berapa dana yang diperoleh dari sponsorship atau pihak swasta.
“Seharusnya panitia pelaksana menyampaikan kepada masyarakat secara transparan. Berapa pembiayaan yang berasal dari Pemkab Pati dan berapa yang berasal dari sponsorship. Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui secara jelas penggunaan anggaran dalam kegiatan tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, transparansi anggaran tidak dimaksudkan untuk mengurangi kemeriahan kegiatan. Sebaliknya, keterbukaan justru dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan panitia penyelenggara.
“Festival budaya seperti ini bagus dan perlu terus dikembangkan. Tetapi transparansi pembiayaan juga penting karena kegiatan tersebut diselenggarakan untuk masyarakat dan apabila terdapat penggunaan anggaran pemerintah, masyarakat berhak mengetahui,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, NOTOPROJO.ID masih berupaya memperoleh informasi resmi mengenai total anggaran rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703, termasuk rincian pembiayaan yang bersumber dari APBD maupun sponsorship.
Redaksi membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Pati dan panitia pelaksana untuk memberikan klarifikasi mengenai besaran serta sumber pembiayaan kegiatan tersebut.
Penulis : Heroe













