Plt Bupati Pati: Kesempatan Berhaji Kini Semakin Istimewa, Masa Tunggu Capai 29 Tahun
PATI – NOTOPROJO.ID
Kesempatan menunaikan ibadah haji kini menjadi anugerah yang semakin istimewa. Pasalnya, masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Kabupaten Pati saat ini mencapai sekitar 29 tahun.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Tasyakuran Jemaah Haji Kabupaten Pati 1447 H/2026 M sekaligus Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri sebanyak 1.337 tamu undangan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi kebijakan baru terkait pembayaran dam.
“Hari ini kita patut bersyukur karena Bapak-Ibu telah memperoleh kesempatan yang sangat istimewa. Saat ini masa tunggu keberangkatan haji sekitar 29 tahun. Karena itu, nikmat ini harus disyukuri dan dijaga sebaik-baiknya,” ujar Chandra.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang berjalan dengan lancar. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga para jemaah dapat kembali ke Kabupaten Pati dalam keadaan sehat dan selamat.
“Saya berharap seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan, dan Kabupaten Pati,” katanya.
Plt Bupati mengungkapkan bahwa jemaah haji Kabupaten Pati yang hadir dalam kegiatan itu berjumlah 1.274 orang, terdiri atas 563 laki-laki dan 711 perempuan. Kehadiran para jemaah menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi setelah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Saya juga memohon doa dari seluruh jemaah agar Kabupaten Pati senantiasa diberi keberkahan, semakin maju, dan masyarakatnya hidup makmur,” tambahnya.
Dalam mauidah hasanah, KH Moh. Imam Al-Mukromin, M.Ag., mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kemabruran haji dengan terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak setelah kembali ke Tanah Air. Menurutnya, kemabruran haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Istiqamahlah dalam salat, zikir, selawat, dan amal saleh. Jadilah teladan di tengah keluarga maupun masyarakat, serta jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal haji dan melimpahkan kesehatan serta keberkahan kepada kita semua,” tutur KH Moh. Imam Al-Mukromin.














