Dikabarkan Mengundurkan Diri, Sejumlah Tenaga Kesehatan Sayangkan Keputusan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati
PATI – NOTOPROJO.ID
Kabar pengunduran diri Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Rini Susilowati, menuai beragam tanggapan dari kalangan internal rumah sakit. Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mengaku menyayangkan kabar tersebut karena menilai kepemimpinan dr. Rini telah membawa banyak perubahan positif bagi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pati itu.
Menurut beberapa tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya, selama kepemimpinan dr. Rini, berbagai pembenahan dilakukan secara bertahap, baik dari sisi pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana, hingga peningkatan kesejahteraan pegawai dan tenaga kesehatan.
“Selama dipimpin dr. Rini, banyak perubahan yang kami rasakan. Pelayanan semakin baik, lingkungan rumah sakit lebih tertata, dan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan juga meningkat,” ujar salah seorang tenaga kesehatan kepada NOTOPROJO.ID, Jumat (19/6/2026).
Ia menuturkan, sebelum berbagai pembenahan dilakukan, kondisi RSUD RAA Soewondo masih dinilai kurang representatif dan terkesan tertinggal dibanding sejumlah rumah sakit daerah lainnya. Namun dalam beberapa waktu terakhir, wajah rumah sakit mulai berubah dengan berbagai program peningkatan mutu pelayanan dan fasilitas serta kesejahteraan Nakes.
Senada dengan itu, seorang perawat yang telah bertugas selama belasan tahun di RSUD RAA Soewondo mengatakan bahwa kepemimpinan dr. Rini dinilai cukup terbuka terhadap masukan dari pegawai.
Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong terciptanya suasana kerja yang lebih kondusif.
“Kami tentu menghormati apa pun keputusan beliau. Namun secara pribadi, kami merasa kehilangan karena banyak program yang masih berjalan dan memberikan dampak positif bagi rumah sakit maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu dokter kesehatan di Kabupaten Pati,yang juga enggan disebut namanya menilai keberhasilan sebuah rumah sakit tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen, mulai dari pimpinan, tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga dukungan pemerintah daerah.
“Setiap pemimpin memiliki kontribusi dan tantangannya masing-masing. Yang terpenting adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal serta program-program yang sudah baik dapat terus dilanjutkan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD RAA Soewondo maupun Pemerintah Kabupaten Pati terkait kabar pengunduran diri dr. Rini Susilowati. Informasi yang beredar menyebutkan pengunduran diri tersebut didasari alasan kesehatan pasca mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu.
Masyarakat dan kalangan internal rumah sakit kini menunggu kejelasan terkait proses serta keputusan resmi mengenai kepemimpinan RSUD RAA Soewondo Pati ke depan.
Penulis : HAW














