LBH Djoeang Pati Desak Pemkab Jalankan Anggaran Infrastruktur Rp210 Miliar, Ancam Tempuh Jalur Hukum
PATI – NOTOPROJO.ID
Polemik pelaksanaan anggaran infrastruktur jalan Kabupaten Pati tahun 2026 mulai memanas. Direktur LBH Djoeang Pati, Fatkhurohman SH MH, mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati agar segera mengeksekusi program pembangunan jalan senilai Rp210 miliar yang sebelumnya telah disepakati bersama DPRD pada masa kepemimpinan Bupati nonaktif Sudewo.
Menurut Fatkhurohman, pernyataan terbuka Sudewo terkait pengalokasian anggaran tersebut menjadi dasar kuat bahwa program infrastruktur jalan telah direncanakan dan disetujui secara resmi dalam pembahasan APBD 2026. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda maupun mengalihkan anggaran ke sektor lain.
“Setelah adanya pernyataan langsung dari Bupati nonaktif Sudewo terkait anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp210 miliar tahun 2026 yang sudah disetujui DPRD, maka Plt Bupati tidak ada alasan untuk menunda, apalagi mengalihkan anggaran tersebut ke sektor lain, termasuk penambahan dana pokir,” tegas Fatkhurohman, Rabu (14/5/2026).
LBH Djoeang Pati menilai program pembangunan jalan tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Pati. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah tetap konsisten menjalankan program yang telah dirancang sebelumnya.
“Kami mendorong Plt Bupati segera mengeksekusi program yang sudah direncanakan oleh Bupati nonaktif Sudewo saat itu. Kalau sampai tidak terlaksana, maka kami bersama masyarakat Pati akan menyeret Plt Bupati ke meja hijau,” lanjutnya.
Sebelumnya, mantan Bupati Pati Sudewo melalui sebuah video yang beredar di media sosial menyampaikan bahwa anggaran infrastruktur jalan tahun 2026 sebesar Rp210 miliar telah ditandatangani bersama DPRD Kabupaten Pati. Anggaran tersebut direncanakan difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan jalan menggunakan konstruksi cor beton dan aspal hotmix.
“Anggaran tahun 2026 sudah kami tandatangani bersama DPRD Kabupaten Pati sebesar Rp210 miliar khusus untuk infrastruktur jalan. Nantinya dipergunakan untuk cor beton dan aspal hotmix,” ujar Sudewo dalam video yang beredar, Rabu (13/5/2026).
Program pembangunan jalan itu disebut menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas warga antarwilayah. Penggunaan konstruksi cor beton dan hotmix juga dinilai lebih kuat serta memiliki daya tahan lebih lama dibanding perbaikan tambal sulam yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Besarnya anggaran yang disiapkan turut menjadi perhatian publik. Warga berharap program tersebut benar-benar direalisasikan secara merata dan tepat sasaran, terutama di wilayah yang selama ini mengalami kerusakan jalan cukup parah.
Hingga kini, persoalan infrastruktur masih menjadi isu utama di Kabupaten Pati. Sejumlah ruas jalan di beberapa kecamatan dilaporkan mengalami kerusakan yang mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Desakan LBH Djoeang Pati pun menambah tekanan terhadap pemerintah daerah agar tetap menjalankan komitmen pembangunan yang telah dirancang sebelumnya, sekaligus memastikan anggaran infrastruktur tidak bergeser dari tujuan awal yang telah disepakati.
Penulis : Heroe














