Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Nawal Yasin Dorong Inovasi UMKM Berbasis Potensi Lokal
SALATIGA – NOTOPROJO.ID
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong penguatan inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal saat mengunjungi Kampung Singkong Argowiyoto di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026).
Kampung Singkong Argowiyoto dikenal sebagai sentra olahan singkong yang berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Di kawasan tersebut, puluhan pelaku UMKM mengolah singkong menjadi beragam produk makanan dan minuman bernilai tambah.
Dalam kunjungan itu, Nawal didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, meninjau salah satu unit usaha, yakni Singkong Keju D-9. Keduanya melihat langsung proses produksi serta membeli sejumlah produk unggulan.
Nawal mengapresiasi terbentuknya ekosistem UMKM berbasis komoditas singkong di kawasan tersebut. Menurut dia, integrasi proses produksi hingga pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi menunjukkan pengelolaan potensi lokal yang optimal.
“Di sini kita melihat UMKM yang semuanya berbahan baku singkong. Ekosistemnya sudah terbentuk, mulai dari ampas diolah hingga menjadi berbagai produk makanan dan minuman,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan Kampung Singkong tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga berperan sebagai penghubung bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Nawal berharap model kampung berbasis komoditas unggulan tersebut dapat direplikasi di daerah lain sesuai potensi masing-masing. Menurut dia, Jawa Tengah memiliki beragam sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, berkomitmen mendorong UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing.
“Potensi di daerah, seperti pertanian maupun perikanan, bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, misalnya ikan diolah menjadi abon dan lainnya,” kata Nawal.
Sementara itu, pemilik Singkong Keju D-9, Diah Kristanti, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2009 tersebut terus berkembang melalui inovasi produk dan penguatan pemasaran.
Ia menyebutkan, di Kampung Singkong terdapat puluhan UMKM yang mampu mengolah sekitar tujuh ton singkong per hari. Bahan baku diperoleh dari berbagai daerah, antara lain Wonosobo, Temanggung, Magelang, Batang, dan Salatiga.
Adapun produk yang dihasilkan beragam, mulai dari singkong keju, keripik, gethuk, hingga olahan modern seperti spageti dan burger berbahan dasar singkong.
“Pemasaran kami masih didominasi wilayah Jawa Tengah, tetapi sudah menjangkau Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Bali,” ujar Diah.
Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM. Menurut dia, Kampung Singkong telah menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Salatiga sekaligus contoh keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Editor : Heroe














