Sangat Unik, Pohon Natal Terbuat Dari Bambu Bekas di GITJ Juwana
PATI – NOTOPROJO.ID
Ada saja kreasi warga Juwana ini. Di Gereja Injile Tanah Jawa (GITJ) terdapat pohon natal unik.
Menurut Pendeta GITJ Juwana Ponco Hadi Prasetyo, bambu-bambu yang digunakan itu bekas pembuatan altar yang ada di dalam gereja. Ketimbang harus dibuang mending dimanfaatkan untuk pohon natal dengan konsep yang sederhana.
Pengurus Gereja Injile Tanah Jawa (GITJ) Juwana kini menghiasi gereja mereka dengan membuat pohon natal dari bambu. Mereka memakai bahan bambu bekas pengecoran bangunan gereja setempat.
Menurut Pendeta GITJ Juwana Ponco Hadi Prasetyo, bambu-bambu yang digunakan itu bekar pembuatan altar yang ada di dalam gereja. Ketimbang harus dibuang mending dimanfaatkan untuk pohon natal dengan konsep yang sederhana.
“Pencetusnya itu Bapak Domingus Kusmanto. Dia punya ide untuk membuat keunikan yang akan dipakai ornament natal. Dalam pembuatanya ini melibatkan lima orang atau jemaat GITJ,” jelasnya.
Jemaat GITJ Domingus Kusmanto yang juga pencetusnya mengatakan, gagasannya untuk membuat pohon natal dari bambu bekas setinggi 7 meter itu, ini sebagai bentuk kesederhanaan, serta menghemat anggaran gereja, menjelang perayaan natal.
“Saya kemudian ada ide, ada bambu yang sudah tidak terpakai. Kemudian saya ajak teman-teman ‘ayo kita buat sekalian supaya GITJ itu ada pohon natal di depannya. Dari pada berserakan kita pakai untuk pohon natal ketimbang harus dibuang,” jelasnya.
Meski berbahan bambu-bambu bekas, pohon natal dari bambu bekas itu nampak indah berhiaskan lampu warna-warni di malam hari.
Seperti thema natal tahun ini, ‘Natal Melepas Ketahutan’, kata Pendeta GITJ Juwana Ponco Hadi Prasetyo, kelahiran Yesus Kristus bisa membawa dampak bagi umat kristiani untuk bersuka cita, damai sejahtera dan tidak ada tekan.
Di tahun perayaan natal 2023 ini, diharapkan semua umat kristiani bisa merasakan suka cita dan merefleksikan diri.Harapan tahun ini seperti yang kita ketahui, tentu saja tidak hanya go green tapi juga harapannya semua umat bisa merasakan suka cita. Meninggalkan sikap-sikap yang lama dan memperbarui kehidupan yang lebih baik dan merasakan kasih.
(*)














