Nelayan Tayu Tenggelam di Perairan Juwana, Satu Tewas dan Satu Masih Dicari
PATI — NOTOPROJO.ID
Dua nelayan asal Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tenggelam saat mencari ikan di perairan Pecangaan-Juwana, Rabu (16/9/2026) pagi. Satu nelayan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.45 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 2–4 mil dari daratan, di perairan Pecangaan-Juwana, wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Saat kejadian, kedua nelayan diketahui tengah mencari ikan dero.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Moin (60), warga Desa Dororejo, Kecamatan Tayu. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian adalah Haryanto, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, peristiwa bermula ketika Moin sedang menebarkan jaring untuk menangkap ikan.
Saat menebarkan jaring, tubuh Moin diduga tersangkut atau terlilit jaring hingga kemudian tercebur ke laut. Haryanto yang berada di sekitar lokasi berusaha memberikan pertolongan.
“Korban pertama saat menebarkan jaring diduga tersangkut jaring dan kemudian tercebur ke laut. Korban kedua berusaha memberikan pertolongan, tetapi keduanya justru tenggelam,” kata Kompol Hendrik.
Nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan. Moin berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan. Namun, Haryanto belum berhasil ditemukan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Satpolairud Polresta Pati langsung menuju lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.
“Begitu menerima informasi, personel Satpolairud langsung bergerak menuju lokasi dan membantu proses evakuasi korban. Untuk korban yang belum ditemukan, pencarian masih terus kami lakukan,” ujarnya.
Selain melakukan pencarian, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata saksi, serta berkoordinasi dengan tim SAR untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap Haryanto.
Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah Moin dilakukan oleh petugas Puskesmas Tayu II. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diindikasikan meninggal dunia akibat tenggelam,” jelas Kompol Hendrik.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah Moin diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Adapun pencarian terhadap Haryanto masih dilanjutkan oleh petugas gabungan.
Kompol Hendrik mengimbau para nelayan agar mengutamakan keselamatan selama melaut, termasuk menggunakan perlengkapan keselamatan serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan sebelum beraktivitas.
“Kami mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan,” pungkasnya.
Masyarakat atau nelayan yang mengetahui adanya keadaan darurat di laut dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 atau melapor ke kantor polisi terdekat agar pertolongan dapat segera diberikan.
(Red/Humas Polresta Pati)














