Plt Bupati Pati Dorong Penguatan Pencegahan Fraud dalam Layanan JKN
PATI — NOTOPROJO.ID
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mencegah dan menangani kecurangan atau fraud dalam penyelenggaraan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Rapat Diseminasi Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud) JKN di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Rabu (16/9/2026).
Menurut Chandra, fraud dalam layanan JKN merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Kecurangan dapat dilakukan secara sengaja oleh peserta, petugas BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun penyedia obat dan alat kesehatan untuk memperoleh keuntungan finansial secara tidak sah.
Karena itu, upaya pencegahan dinilai penting untuk menjaga kualitas, transparansi, dan kredibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Chandra mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan publik agar mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Yang kita kerjakan sekarang ini demi melayani masyarakat. Kita adalah pelayan masyarakat Kabupaten Pati, sehingga harus dengan niat yang ikhlas, apalagi dalam bidang kesehatan,” ujar Chandra.
Ia mengatakan, JKN merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan layanan kesehatan perlu didukung dengan administrasi yang tertib, keterbukaan informasi, serta komitmen untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan.
Chandra juga mengapresiasi pembentukan tim pencegahan dan penanganan fraud JKN. Menurut dia, keberadaan tim tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus membangun tata kelola pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Pemkab Pati, kata Chandra, berkomitmen melakukan langkah tegas terhadap praktik kecurangan sesuai ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, pemerintah daerah mendorong terbentuknya budaya pelayanan kesehatan yang transparan dan dapat dipercaya masyarakat.
“Budaya layanan kesehatan yang baik dan terpercaya tanpa kecurangan harus dipaksa, karena sesuatu yang dipaksa lama-lama akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi budaya yang baik,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Pati mendorong penguatan upaya pencegahan dan penanganan fraud JKN, termasuk peningkatan tertib administrasi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang transparan, tertib, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Kabupaten Pati.
Reporter: Ar














