Seluruh Siswa yang Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG di Pati Dinyatakan Sembuh
PATI — NOTOPROJO.ID
Seluruh siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), kini dinyatakan telah sembuh.(16/09/26)
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, satu siswa yang menjadi pasien terakhir dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati telah diperbolehkan pulang.
“Alhamdulillah sudah pulang semua. Kemarin terakhir di Rumah Sakit KSH satu orang, tetapi sudah keluar,” ujar Chandra.
Meski seluruh siswa yang sempat menjalani rawat inap telah pulih, Pemerintah Kabupaten Pati masih melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya gejala lanjutan.
Chandra mengatakan, pemerintah juga telah membuka layanan hotline yang dapat dihubungi orang tua siswa apabila anak mengalami keluhan seperti mual atau pusing. Layanan tersebut disiapkan agar petugas kesehatan dapat segera memberikan penanganan.
“Kalau ada gejala-gejala, kami sudah buka hotline. Orang tua murid bisa langsung menelepon dan petugas kesehatan kami bisa langsung ke lapangan atau ke tempat anak-anak yang merasa mual atau pusing,” katanya.
Sementara itu, Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong I masih menjalani penghentian sementara atau suspend. Kebijakan tersebut dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Terkait kemungkinan penutupan SPPG secara permanen, Chandra mengatakan keputusan tersebut bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati.
Menurut dia, pemerintah daerah akan menyampaikan hasil evaluasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Selanjutnya, keputusan mengenai keberlanjutan operasional SPPG menjadi kewenangan BGN.
“Nanti tinggal dari laporan kami ke BGN. Dari BGN sendiri, apakah ditutup permanen atau sementara, itu kewenangan BGN,” ujar Chandra.
Penulis: Heroe














