Usai Orkes Dangdut, Empat Rumah Warga Kepohkencono Diduga Dirusak, Dua Warga Terluka
PATI – NOTOPROJO.ID
Situasi pascapertunjukan orkes dangdut di Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026) malam, berujung kericuhan. Empat rumah warga di Dukuh Manding, Desa Kepohkencono, dilaporkan mengalami kerusakan setelah terjadi aksi pelemparan batu.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, tak lama setelah pertunjukan dangdut di Desa Bodeh berakhir. Sebelumnya, selama pertunjukan berlangsung, sempat terjadi beberapa kali perkelahian hingga acara dihentikan sementara oleh pihak keamanan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, seusai pertunjukan selesai, sejumlah orang diduga berkumpul di sekitar jembatan yang menghubungkan Desa Bodeh dengan Desa Kepohkencono.
Melihat situasi yang dinilai mencurigakan, seorang warga Dukuh Manding berinisial S kemudian menghubungi warga lainnya untuk berjaga-jaga.
Sekitar pukul 23.15 WIB, personel Polsek dan Koramil setempat tiba di lokasi untuk meredakan situasi. Petugas kemudian berupaya menghalau massa agar tidak masuk lebih jauh ke wilayah Desa Kepohkencono.
Di sisi lain, warga Dukuh Manding juga diminta membubarkan diri dan masuk ke rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya bentrokan.
Namun, menurut keterangan warga, setelah sebagian warga Dukuh Manding mundur dan membubarkan diri, sekelompok orang diduga masuk ke wilayah Dukuh Manding. Mereka kemudian melakukan pelemparan batu yang mengenai sejumlah rumah warga.
Akibat kejadian tersebut, empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, dua warga juga disebut menjadi korban terkena lemparan batu.
Pertemuan Dua Desa Belum Capai Kesepakatan
Upaya menyelesaikan persoalan tersebut dilakukan pada Selasa (11/8/2026) pagi melalui pertemuan yang dihadiri Pemerintah Desa Bodeh dan Pemerintah Desa Kepohkencono di Gedung Kecamatan Pucakwangi.
Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan perdamaian.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Desa Bodeh disebut menyampaikan bahwa pihak yang melakukan perusakan belum tentu merupakan warga Desa Bodeh. Massa yang terlibat diduga merupakan gabungan warga dari beberapa desa.
Karena belum adanya titik temu, Pemerintah Desa Kepohkencono bersama warga Dukuh Manding kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum.
Pemuda Minta Kasus Diusut Tuntas
Tokoh pemuda Desa Kepohkencono, yang enggan disebutkan namanya berinisial H meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa tersebut. Ia berharap proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan tidak memihak.
“Kami berharap peristiwa ini segera diusut tuntas. Kami meminta aparat penegak hukum bersikap adil dan bijaksana dalam menangani persoalan ini, sehingga siapa pun yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar H.
Menurutnya, warga berharap kejadian tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Penegakan hukum yang transparan dan objektif dinilai penting untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
H juga mengimbau masyarakat tetap menahan diri dan menyerahkan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
“Jangan sampai persoalan ini melebar dan merugikan masyarakat. Kami percaya aparat dapat menangani kasus ini secara profesional dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” katanya.
Warga berharap kepolisian dapat segera mengungkap kronologi secara utuh, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan dan perusakan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Seluruh pihak yang disebut dalam peristiwa ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai terdapat hasil penyelidikan dan penyidikan resmi dari aparat penegak hukum.
Penulis : HR













