Chandra Dorong Sekolah Buka Hotline WhatsApp Guru BK, Perkuat Karakter Siswa di Era Digital
PATI – NOTOPROJO.ID
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mendorong seluruh sekolah di Kabupaten Pati membuka layanan konsultasi digital melalui hotline WhatsApp Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Langkah tersebut diharapkan menjadi ruang yang mudah diakses siswa untuk menyampaikan persoalan, keluh kesah, maupun mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi.
Arahan itu disampaikan Chandra saat membuka Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) dalam Digitalisasi Pembelajaran untuk Penguatan Karakter Peserta Didik di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah serta guru SD dan SMP se-Kabupaten Pati.
Menurut Chandra, pesatnya perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengesampingkan pembentukan karakter peserta didik. Ia menilai sekolah perlu menghadirkan ruang komunikasi yang lebih terbuka agar siswa merasa nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Digitalisasi terus berkembang, tetapi pembinaan karakter anak tidak boleh tertinggal. Guru harus membuka ruang komunikasi, termasuk melalui layanan digital seperti WhatsApp, agar siswa tetap memiliki tempat untuk bercerita,” ujar Chandra.
Ia menegaskan, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan guru tidak bisa disamaratakan. Karena itu, pembelajaran harus mendorong siswa berpikir kritis, berdiskusi, serta berani menyampaikan pendapat, bukan sekadar menghafal materi pelajaran.
Selain itu, Chandra juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai oleh orang tua maupun pihak sekolah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan secara positif agar tidak berdampak pada konsentrasi belajar maupun perilaku peserta didik.
“Kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi. Yang harus dilakukan adalah mengarahkan pemanfaatannya agar membawa manfaat bagi pendidikan dan pembentukan karakter anak,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Chandra meminta setiap sekolah menyiapkan hotline WhatsApp Guru BK yang mudah diakses siswa. Layanan tersebut diharapkan menjadi media konsultasi yang aman, cepat, dan efektif, sehingga peserta didik tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan akademik maupun sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Sunarji, menyatakan bahwa pemanfaatan layanan digital dapat mempererat komunikasi antara siswa dan guru, khususnya guru BK. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih terbuka, suportif, dan mampu memperkuat karakter peserta didik di tengah perkembangan era digital.














