Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting, Chandra: Edukasi Harus Menyentuh Masyarakat
PATI – NOTOPROJO.ID
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi dalam upaya pencegahan stunting. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai mampu memperkuat penyampaian pesan-pesan kesehatan sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Chandra saat membuka Sosialisasi Strategi Komunikasi Tokoh Lintas Agama dalam Mengedukasi Masyarakat untuk Pencegahan Stunting yang digelar di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pati itu bertujuan memperluas jangkauan edukasi pencegahan stunting melalui peran aktif para pemuka agama dari berbagai organisasi keagamaan.
Menurut Chandra, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat.
“Tokoh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, edukasi tentang pencegahan stunting akan lebih efektif jika disampaikan melalui mereka,” ujar Chandra.
Ia menjelaskan, terdapat dua persoalan utama yang masih menjadi tantangan dalam upaya menekan angka stunting, yakni kondisi ekonomi keluarga dan tingginya angka pernikahan usia dini. Karena itu, pembinaan yang dilakukan tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan keluarga dan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pati bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati juga mengajak seluruh tokoh lintas agama serta organisasi keagamaan untuk aktif menyosialisasikan pentingnya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing.
Chandra mengungkapkan, upaya kolaboratif yang selama ini dilakukan telah membuahkan hasil positif. Angka stunting di Kabupaten Pati terus menunjukkan tren penurunan, bahkan Pati berhasil meraih peringkat kedua se-Jawa Tengah dalam Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting.
“Alhamdulillah, angka stunting di Kabupaten Pati terus menurun. Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dipisahkan dari upaya pengentasan kemiskinan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Pati terus memprioritaskan pembangunan pada empat sektor utama, yakni infrastruktur, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
“Kami terus memperluas lapangan pekerjaan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menggratiskan biaya pendidikan bagi masyarakat desil 1 hingga desil 4. Dengan berkurangnya beban ekonomi keluarga, kebutuhan gizi dan kesehatan anak diharapkan dapat terpenuhi secara optimal,” tuturnya.
Sosialisasi tersebut diikuti tokoh lintas agama, pimpinan organisasi keagamaan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), kepala OPD terkait, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap percepatan penurunan stunting dapat terus ditingkatkan sekaligus mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.













