Chandra Tegaskan Pencegahan Jadi Senjata Utama Lawan Korupsi, Pemkab Pati Perkuat Budaya Integritas Aparatur
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya memperkuat budaya antikorupsi melalui langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menilai upaya preventif merupakan strategi paling efektif untuk menutup celah terjadinya praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Chandra saat membuka Sosialisasi Kampanye Antikorupsi Melalui Program Pariwara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (14/7). Kegiatan ini diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, RSUD, puskesmas, SMP/MTs negeri, serta perwakilan desa perluasan dan desa antikorupsi.
Menurut Chandra, penguatan integritas aparatur harus menjadi budaya kerja yang terus dipupuk agar pelayanan publik semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Sosialisasi antikorupsi harus terus dilaksanakan. Saya meminta Inspektorat agar setiap laporan segera ditindaklanjuti sebagai langkah perbaikan, karena yang utama adalah pencegahan,” tegas Chandra.
Ia menilai, kampanye antikorupsi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dengan aparatur yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kejujuran, pembangunan daerah diyakini dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pencegahan menjadi kunci utama pemberantasan korupsi. Karena itu, kita harus memperkuat integritas dan dedikasi dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Chandra juga memastikan pembangunan Kabupaten Pati akan terus berlanjut. Selain percepatan pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah akan memberikan perhatian lebih besar pada sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap pengalaman yang pernah dihadapi pemerintah daerah dapat menjadi pembelajaran berharga dalam memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan akuntabilitas, serta membangun budaya kerja yang bebas dari praktik korupsi.
“Berbagai pengalaman yang telah dilalui harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat integritas dan tata kelola pemerintahan. Saya berharap seluruh peserta menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam setiap pelaksanaan tugas,” tutur Chandra.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Pati, R. Hari Wibowo, menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan di lingkungan pemerintah daerah pada prinsipnya akan lebih dahulu ditangani melalui mekanisme pengawasan internal oleh Inspektorat.
Menurutnya, apabila suatu permasalahan masih dapat diperbaiki melalui pembinaan dan langkah administratif, maka penyelesaiannya akan difokuskan pada upaya perbaikan tata kelola. Namun, apabila ditemukan unsur tindak pidana korupsi yang memenuhi ketentuan hukum, penanganannya akan dilanjutkan sesuai kewenangan aparat penegak hukum.
Sosialisasi tersebut juga menghadirkan Putri Indonesia Pariwisata 2026, Karina Moudy Widodo, sebagai duta kampanye antikorupsi. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda dan aparatur pemerintah bahwa keberhasilan dan prestasi dapat diraih melalui kerja keras, kompetensi, serta integritas, tanpa harus mengandalkan praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
Melalui kampanye ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap semangat antikorupsi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tertanam dalam budaya kerja seluruh aparatur sehingga mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat.














