Jateng Kucurkan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Irigasi di 25 Kabupaten, Sasar 409 Titik
SEMARANG – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp65,5 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi jaringan irigasi tersier dan membangun irigasi perpipaan di 25 kabupaten. Program ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pangan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan infrastruktur irigasi harus mengutamakan wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk mendukung aktivitas pertanian. Menurut dia, keberadaan jaringan irigasi harus memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita,” ujar Luthfi saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11/2026).
Luthfi juga meminta kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan jaringan irigasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal.
“Rekan-rekan gapoktan nanti tolong lakukan koordinasi dengan para bupati dan wali kotanya. Wilayah mana yang sudah dimasuki, kemudian sesuai perintah saya, harus dirawat,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur irigasi, Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota juga melakukan pemetaan kebutuhan air pertanian sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.
Luthfi mengatakan, upaya mitigasi dilakukan melalui sejumlah program, mulai dari pembangunan sumur, jaringan perpipaan, hingga pemetaan lahan pertanian tadah hujan.
“Dampak kekeringan pun sudah kita mitigasi. Bupati dan wali kota lewat dinas pertaniannya sudah melakukan mitigasi, mana yang sumurisasi, mana yang pipanisasi, mana tanah tadah hujan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Opik Mahendra, menjelaskan, program tersebut meliputi rehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier dan pembangunan 75 titik irigasi perpipaan.
Dengan demikian, total terdapat 409 titik pekerjaan yang menjadi sasaran program tersebut.
“Total anggaran yang dikeluarkan adalah Rp65,5 miliar. Apabila dikonversikan berdasarkan panjang pekerjaan, program tersebut setara dengan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 50 kilometer jaringan irigasi,” jelas Opik.
Menurut Opik, panjang jaringan irigasi di setiap lokasi berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi lahan pertanian setempat.
Saat ini, pekerjaan masih dalam tahap pengadaan dan pelaksanaan konstruksi. Pemprov Jawa Tengah menargetkan sejumlah titik rehabilitasi dapat diresmikan pada akhir 2026.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap ketersediaan air untuk pertanian semakin terjamin, terutama saat musim kemarau. Perbaikan jaringan irigasi juga diharapkan dapat mengurangi risiko gagal panen dan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Reporter: Idjlal














