Waduk Gembong Nyaris Kering, Air Tinggal 200 Ribu Meter Kubik, Petani Terancam Kehilangan Pasokan
PATI – NOTOPROJO.ID
Dampak kemarau panjang mulai mengancam ketersediaan air di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Volume air Waduk Gembong di Kecamatan Gembong menyusut drastis hingga tersisa sekitar 200 ribu meter kubik, jauh di bawah kapasitas tampung maksimal yang mencapai 9,5 juta meter kubik.
Kondisi tersebut membuat penggelontoran air untuk kebutuhan irigasi pertanian dihentikan sementara. Di tengah menyusutnya genangan dan dangkalnya waduk, sejumlah warga justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari ikan.
Operator Waduk Seloromo Gembong, Susanto, mengatakan volume air saat ini hanya tersisa sekitar 200 ribu meter kubik. Padahal, dalam kondisi penuh, waduk tersebut mampu menampung hingga 9,5 juta meter kubik air.
“Saat ini volume tinggal 200 ribu meter kubik dari kapasitas 9.500.000 meter kubik,” kata Susanto, belum lama ini.
Menurut dia, volume air tersebut sudah jauh di bawah batas ideal untuk menjaga pembasahan tanggul waduk. Idealnya, ketersediaan air minimal berada di angka 500 ribu meter kubik.
Susanto menjelaskan, penyusutan volume air tidak hanya dipengaruhi kemarau panjang, tetapi juga kebutuhan pengairan lahan pertanian. Sebelumnya, terdapat permintaan petani untuk mendapatkan pasokan air guna menyelamatkan tanaman padi hingga masa panen.
Permintaan tersebut berasal dari lahan pertanian di lima kecamatan, yakni Gembong, Margorejo, Pati, Tlogowungu, dan Wedarijaksa.
“Seharusnya ya 500 meter kubik untuk pembasahan tanggul sendiri. Kemarin ada permintaan dari petani untuk mengairi padi supaya padi bisa dipanen,” ujarnya.
Ia memperkirakan volume air waduk akan kembali menyusut apabila dalam satu bulan ke depan tidak turun hujan. Penguapan akibat kondisi cuaca yang kering diperkirakan membuat volume air berkurang hingga sekitar 150 ribu meter kubik.
“Untuk perkiraan sendiri, ya kemungkinan ada penguapan air. Jadi, volume sendiri tetap berkurang, sekitar tinggal 150 ribuan meter kubik. Dulu sekitar 2002 pernah kejadian seperti ini. Itu pembasahan sampai 150 ribu meter kubik,” kata Susanto.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Pati, terutama ketika kebutuhan irigasi pertanian harus berhadapan dengan ketersediaan air yang terus menipis.
Tanpa hujan yang memadai, penyusutan volume waduk berpotensi memperpanjang tekanan terhadap pasokan air untuk pertanian. Di sisi lain, kebutuhan menjaga keamanan tanggul juga menjadi pertimbangan dalam pengelolaan sisa air yang tersedia.
Hingga kini, diperlukan pengelolaan air secara cermat agar sisa cadangan di Waduk Gembong dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan risiko kekurangan air bagi sektor pertanian dapat ditekan.














