RSUD Soewondo Pati Terbuka terhadap Kritik, Siap Tingkatkan Layanan dan Tambah Tempat Tidur
PATI – NOTOPROJO.ID
RSUD RAA Soewondo Pati menyambut positif masukan dari Gerakan Antikorupsi ( GERMAP ) yang dipimpin YayaK Gundul. Berbagai saran yang disampaikan dinilai menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Ahmad Husein, mengatakan masukan tersebut menjadi dorongan bagi manajemen rumah sakit untuk terus berbenah, baik dari sisi pelayanan medis maupun tata kelola internal.
Menurut Ahmad Husein, RSUD Soewondo merupakan rumah sakit tipe B yang menjadi salah satu rujukan bagi fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati dan daerah sekitarnya, termasuk Rembang, Blora, dan Purwodadi.
“Masukan-masukan ini sangat positif bagi kami. Ini menjadi bahan untuk memperbaiki RSUD Soewondo agar ke depan semakin maju, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadikan RSUD Soewondo sebagai rumah sakit tipe B yang berkualitas, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga mutu pelayanan dan kenyamanan pasien.
Okupansi Tempat Tidur Hampir 85 Persen
Ahmad Husein mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD Soewondo saat ini telah mencapai hampir 85 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
Tingginya tingkat keterisian tempat tidur juga menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen, terutama ketika jumlah pasien yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD) meningkat dan membutuhkan ruang perawatan.
“Kadang-kadang kami memang kewalahan karena keterbatasan tempat tidur. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan kapasitas, termasuk kemungkinan menambah tempat tidur agar masyarakat Pati bisa terlayani dengan lebih baik,” katanya.
Penambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kendala ketersediaan tempat tidur, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Masukan Menjadi Bahan Evaluasi
Terkait evaluasi pelayanan dan akreditasi, Ahmad Husein menyatakan RSUD Soewondo akan terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Ia mengapresiasi sikap kooperatif Yayat Peduli beserta pihak-pihak yang turut memberikan masukan kepada rumah sakit.
Menurut dia, berbagai saran yang disampaikan mencakup sejumlah aspek, mulai dari pelayanan, pengelolaan gizi, hingga tata kelola dan pengembangan rumah sakit.
Ia berharap masukan tersebut dapat ditindaklanjuti secara konstruktif sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan.
“Kami mengapresiasi masukan yang diberikan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik, terutama bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya.
Manajemen RSUD Soewondo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi proses berkelanjutan. Dengan evaluasi, pembenahan fasilitas, dan penguatan tata kelola, rumah sakit diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mempertahankan perannya sebagai salah satu pusat rujukan kesehatan di wilayah sekitar Pati.
Penulis : Heroe














