Chandra Dorong KADIN Pati Jemput Investor, Jangan Berhenti di Seremonial
PATI, NOTOPROJO.ID
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pati lebih agresif menarik investor ke daerah. KADIN diminta memanfaatkan jejaring bisnisnya untuk mendatangkan investor sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Pati.
Dorongan itu disampaikan Chandra dalam acara pengesahan dan pengukuhan Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Pati di Kantor KADIN Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (6/10/2026).
Chandra menegaskan, pengukuhan kepengurusan baru tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Pengesahan KADIN ini jangan hanya seremonial. Segeralah bersinergi dengan kami. Tolong investor-investor yang ada di jejaring KADIN dibawa ke Pati,” kata Chandra.
Menurut Chandra, peluang investasi di Pati saat ini semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Pati sebelumnya telah menggelar Pati Business Forum yang diikuti sekitar 70 pengusaha.
Forum tersebut menghasilkan kesepakatan investasi senilai Rp12,6 triliun dari delapan perusahaan, termasuk investor lokal dan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).
“Agreement yang kami tandatangani kemarin mencapai Rp12,6 triliun dari delapan perusahaan yang berencana berinvestasi,” ujar Chandra.
Chandra memastikan kesepakatan tersebut tidak berhenti di atas kertas. Pemerintah daerah, kata dia, mulai menindaklanjuti sejumlah rencana investasi, termasuk dengan perusahaan asal China dan Malaysia.
“Kita langsung eksekusi dengan beberapa perusahaan, khususnya perusahaan dari China dan Malaysia,” katanya.
Dorong kawasan industri
Salah satu sektor yang tengah disiapkan adalah pengembangan kawasan industri. Pemkab Pati telah menjajaki rencana pengembangan kawasan industri dengan luas sekitar 1.400 hektare.
Chandra menilai keberadaan kawasan industri menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi dalam skala besar.
“Kita ingin menggandeng industri-industri yang ada di luar untuk kita ajak bekerja sama dan berinvestasi di Kabupaten Pati,” ujarnya.
Selain kawasan industri, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan proyek pelabuhan perikanan. Proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut disebut telah mencapai hampir 15 hektare dari total kebutuhan sekitar 35 hektare.
Chandra juga berencana mengunjungi sejumlah calon investor untuk memastikan kesiapan proyek sebelum memasuki tahapan kerja sama berikutnya.
KADIN Jateng siapkan tim percepatan investasi
Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro mengatakan KADIN Jawa Tengah siap membantu Pati membuka akses investasi.
Menurut dia, KADIN Jawa Tengah memiliki Tim Percepatan Investasi yang dapat membantu mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor, termasuk dalam pengembangan kawasan industri.
“KADIN Jawa Tengah memiliki tim percepatan investasi. Kami punya tim yang bisa mendatangkan para investor, juga bisa berkolaborasi dalam membentuk suatu kawasan industri,” kata Harry.
Harry menilai Pati memiliki peluang menjadi salah satu tujuan investasi baru di Jawa Tengah. Potensi tersebut, menurut dia, juga dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian kawasan Pati Raya.
“Pati ini sudah menjadi nama besar dari kawasan Pati Raya. Kami berharap Pati Raya bisa menjadi pemimpin untuk mengolaborasikan kegiatan ekonomi yang ada di Pati Raya,” ujarnya.
Harry meminta kepengurusan KADIN Pati membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah dan KADIN Jawa Tengah. Setiap peluang investasi yang ditemukan di daerah, kata dia, perlu segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti.
Perizinan dipercepat
Di sisi lain, Pemkab Pati juga berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih ramah melalui penyederhanaan proses perizinan.
Chandra menyebut pemerintah daerah telah memangkas tarif Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga 50 persen. Pemkab Pati juga menyiapkan satu person in charge (PIC) untuk mengawal kebutuhan perizinan setiap investor.
Menurut Chandra, sejumlah perizinan yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari kerja.
“Ada beberapa perusahaan yang izinnya sampai berbulan-bulan tidak jadi. Kami selesaikan cuma dalam waktu sepuluh hari kerja,” ungkapnya.
Ia menilai kepastian administrasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Karena itu, birokrasi yang sederhana, cepat, dan terukur dinilai perlu terus diperkuat.
Soroti pungutan dalam rekrutmen tenaga kerja
Chandra juga mengingatkan agar tidak ada praktik yang dapat merusak citra investasi di Kabupaten Pati. Salah satunya dugaan pungutan kepada masyarakat dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Pemkab Pati, kata dia, akan memanggil perusahaan-perusahaan di daerah untuk memastikan proses rekrutmen tenaga kerja berjalan transparan dan tidak membebani pencari kerja dengan pungutan yang tidak semestinya.
“Jangan sampai citra investasi di Kabupaten Pati dicoreng masalah-masalah seperti ini. Kalau ada persoalan, harus dikomunikasikan dengan baik,” tegasnya.
KADIN Pati siap perkuat kemitraan
Sementara itu, Ketua KADIN Kabupaten Pati Didik Supriyanto mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus wadah bagi dunia usaha.
Menurut Didik, pengukuhan kepengurusan menjadi momentum untuk menggerakkan kembali peran KADIN dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian daerah.
KADIN Pati, kata dia, akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta membangun jaringan yang lebih luas dengan pelaku usaha dan investor.
Chandra berharap kepengurusan baru KADIN Pati mampu memanfaatkan jaringan bisnis yang dimiliki untuk menghadirkan lebih banyak peluang usaha dan investasi.
“Ini momentum awal kebangkitan KADIN Kabupaten Pati. Kita harus sama-sama membuktikan bahwa kekuatan Pati terus bergerak dan menyambut baik investasi yang akan datang,” tutur Chandra.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Tengah, Komite Tetap Bidang Organisasi KADIN Provinsi Jawa Tengah, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Pati, serta sejumlah tamu undangan lainnya.














