Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Pembelajaran di Sejumlah Sekolah di Desa Sampang
DEMAK – NOTOPROJO.ID
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Malaka 81 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang turut membantu proses pembelajaran di sejumlah sekolah di Desa Sampang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kegiatan bertajuk Teaching Assistant tersebut berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan di SD 1 Sampang, SD 2 Sampang, dan MI Raudlatussibyan.
Di SD 1 Sampang, mahasiswa KKN mendampingi siswa kelas 3, 4, dan 5 setiap Senin dan Selasa pukul 07.15–09.00 WIB. Materi yang didampingi antara lain Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bahasa Inggris.
Sementara di SD 2 Sampang, pendampingan berlangsung setiap Senin dan Selasa pukul 09.00–12.00 WIB. Mahasiswa mendampingi siswa kelas 1 hingga kelas 4 dalam sejumlah mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Jawa, PAI, dan IPAS.
Adapun di MI Raudlatussibyan, kegiatan dilaksanakan pada Selasa pukul 07.00–09.00 WIB dan Rabu pukul 09.00–12.00 WIB. Pendampingan diberikan kepada siswa kelas 1 hingga kelas 4 untuk mata pelajaran Bahasa Arab, IPAS, dan Akidah Akhlak.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak menggantikan peran guru. Guru tetap menjadi pengarah utama pembelajaran, termasuk menentukan materi dan memberikan arahan mengenai kondisi kelas.
Mahasiswa kemudian membantu menjelaskan materi, mendampingi siswa mengerjakan tugas, memberikan penjelasan tambahan, serta membantu menjaga suasana kelas tetap kondusif.
Pada sejumlah kesempatan, mahasiswa juga mendapat kesempatan mengajar secara langsung dengan tetap berkoordinasi dan berada dalam pendampingan guru. Materi yang diberikan disesuaikan dengan jadwal dan arahan guru.
Untuk membuat pembelajaran lebih variatif, mahasiswa menggunakan sejumlah metode, mulai dari tanya jawab, diskusi, membaca bersama, latihan soal, permainan edukatif, hingga praktik sederhana. Media pembelajaran seperti papan tulis, gambar, video, presentasi, dan alat bantu sederhana juga digunakan sesuai kebutuhan.
Mahasiswa juga memberikan latihan soal, pertanyaan secara lisan, dan kuis sederhana untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.
Kehadiran mahasiswa KKN mendapat respons positif dari siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti pembelajaran dan aktif berinteraksi selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah siswa yang pada awalnya masih malu berkomunikasi dengan mahasiswa perlahan mulai berani bertanya dan menyampaikan pendapat. Bahkan, beberapa siswa mulai mengajak mahasiswa berbicara dan menceritakan pengalaman mereka.
Perbedaan karakter siswa juga menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa. Siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih tinggi relatif lebih mudah diajak berdiskusi. Sementara siswa kelas rendah cenderung lebih spontan dan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sederhana serta menyenangkan.
Bagi mahasiswa, perubahan sikap siswa selama pendampingan menjadi salah satu pengalaman yang berkesan. Siswa yang semula pasif mulai berani menjawab pertanyaan dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Guru di ketiga sekolah juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam proses belajar mengajar. Kehadiran mahasiswa membantu pendampingan siswa, terutama ketika mereka membutuhkan penjelasan tambahan atau bantuan dalam mengerjakan tugas.
Program tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami karakter peserta didik. Mereka belajar mengelola kelas, menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami, membangun komunikasi dengan anak-anak, serta menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan usia dan kondisi siswa.
Melalui program Teaching Assistant, mahasiswa KKN Malaka 81 UIN Walisongo berharap pendampingan tersebut dapat memberikan manfaat bagi proses pembelajaran di sekolah-sekolah Desa Sampang.
Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar secara langsung dari lingkungan sekolah.
Penulis: Fajar Gilang Firmansyah













