Tutup Botol Bekas Disulap Jadi Gantungan Kunci, KKN UIN Walisongo Edukasi Anak Sidokumpul Peduli Lingkungan
PATI – NOTOPROJO.ID
Barang yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata masih dapat memiliki nilai guna. Hal itu diperlihatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang kepada anak-anak Desa Sidokumpul, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Melalui pelatihan kreatif yang digelar di Posko KKN UIN Walisongo, Minggu (23/8/2026), tutup botol bekas diolah menjadi gantungan kunci. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN sekaligus sarana mengenalkan pengelolaan sampah kepada anak-anak sejak dini.
Anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan. Mereka mulai dari menyiapkan tutup botol bekas hingga mengolahnya menjadi gantungan kunci yang dapat digunakan sebagai aksesori.
Mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan contoh, kemudian mendampingi anak-anak pada setiap tahapan pembuatan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta dapat langsung mencoba dan berkreasi dengan bahan yang tersedia.
“Kami sengaja menggunakan praktik langsung agar anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga bisa mencoba sendiri proses mengubah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci,” ujar Eva Nur.
Kenalkan Konsep 3R Sejak Dini
Kegiatan tersebut tidak sekadar menghasilkan kerajinan. Mahasiswa KKN juga memanfaatkannya untuk mengenalkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) kepada anak-anak melalui aktivitas yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tutup botol yang biasanya langsung dibuang diperkenalkan sebagai salah satu contoh barang yang masih dapat dimanfaatkan. Dengan pengolahan dan kreativitas, limbah plastik tersebut dapat berubah menjadi barang yang memiliki fungsi.
Anak-anak juga diajak memahami pentingnya memilah barang sebelum membuangnya. Kebiasaan sederhana itu diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di lingkungan sekitar.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada pembuatan gantungan kunci saja. Anak-anak dapat mulai membiasakan diri memilah dan memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar mereka agar sampah yang dihasilkan bisa berkurang,” kata Nur Meilinda.
Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo, edukasi lingkungan melalui praktik langsung dinilai lebih mudah diterima anak-anak. Selain mendapatkan pengetahuan, peserta juga memperoleh pengalaman mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang dapat digunakan.
Dari Hal Sederhana untuk Lingkungan
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian anak-anak Desa Sidokumpul terhadap lingkungan.
Mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang limbah dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan desa.
Melalui kreativitas membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas, anak-anak diajak melihat bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih dapat memberikan manfaat.
Kegiatan itu sekaligus menjadi pesan bahwa pengelolaan sampah dapat dikenalkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Agus suprianto













