Pemkab Pati Beli Dua Excavator Rp3,29 Miliar untuk Atasi Pendangkalan Sungai
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, membeli dua unit excavator baru untuk mendukung penanganan pendangkalan dan normalisasi sungai di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.
Dua alat berat tersebut dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,29 miliar untuk dua unit excavator.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, membenarkan pembelian dua unit alat berat tersebut.
“Sudah dianggarkan di APBD murni, Rp3,29 miliar untuk dua unit excavator,” kata Widyo saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (15/8/2026).
Dengan tambahan dua unit tersebut, DPUTR Kabupaten Pati kini memiliki total enam unit excavator. Alat berat itu nantinya digunakan untuk mendukung kegiatan pengerukan dan normalisasi sungai yang menjadi kewenangan DPUTR.
Widyo mengatakan penggunaan excavator akan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Artinya, alat berat tersebut akan dikerahkan ke sungai yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu, termasuk sungai yang mengalami pendangkalan dan berpotensi mengganggu aliran air.
“Semua sungai di Kabupaten Pati, sesuai dengan skala prioritas,” ujarnya.
Petani Tagih Normalisasi Sungai Silugonggo
Pembelian dua excavator tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya sejumlah petani di Kabupaten Pati meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai.
Pada akhir Juli 2026, salah seorang petani asal Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Mohamad Soleh, menyampaikan aspirasi terkait kondisi Sungai Silugonggo saat mengikuti audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.
Audiensi tersebut digelar di ruang Rapat Paripurna DPRD Pati dan turut dihadiri Kepala DPUTR Kabupaten Pati Riyoso.
Dalam audiensi itu, Soleh menyoroti kondisi Sungai Silugonggo yang berada di wilayah Kecamatan Sukolilo. Menurut dia, sungai tersebut sudah sekitar 10 tahun tidak mendapatkan pengerukan secara optimal.
Kondisi pendangkalan tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kapasitas aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.
Karena itu, Soleh meminta DPRD Pati ikut mendorong pemerintah daerah agar normalisasi Sungai Silugonggo segera dilakukan dengan menggunakan alat berat.
Dengan bertambahnya dua unit excavator milik Pemkab Pati, kebutuhan alat berat untuk mendukung normalisasi sungai diharapkan dapat lebih cepat ditangani, khususnya pada titik-titik yang masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah.
Penulis: HAW














