Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu ke Samsat, Rembang Hadirkan Layanan di Sekolah
REMBANG – NOTOPROJO.ID
Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Rembang meluncurkan program Samsat at School untuk mendekatkan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran tertib pajak sejak usia sekolah.
Program tersebut diluncurkan di Ruang Pertemuan Lantai 2 SMA Negeri 2 Rembang, Kamis (13/8/2026). Peluncuran Samsat at School menjadi bagian dari sinergi antara UPPD Rembang dan dunia pendidikan dalam memperluas akses pelayanan publik serta mendorong kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.
Kepala UPPD Rembang, Hadi Jatmiko, mengatakan sekolah dipilih sebagai salah satu lokasi strategis pelayanan karena banyak pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari.
“Melalui program Samsat at School ini kami ingin melakukan pendekatan langsung kepada pengguna kendaraan. Tidak hanya kepada pemilik kendaraan, tetapi juga kepada para pelajar sebagai pengguna yang nantinya dapat menjadi jembatan informasi kepada orang tua,” ujar Hadi.
Menurut dia, program tersebut mencakup tiga kegiatan utama. Pertama, penyediaan titik layanan pembayaran pajak kendaraan di sekolah yang dapat dimanfaatkan guru, tenaga kependidikan, maupun orang tua siswa.
Kedua, pendataan kendaraan yang digunakan di lingkungan sekolah untuk membantu penyampaian informasi mengenai kewajiban pembayaran pajak kendaraan. Ketiga, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi secara berkala mengenai pentingnya membayar PKB.
Hadi mengatakan keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu dan jarak masyarakat dalam mengakses pelayanan pajak kendaraan.
“Orang tua cukup menitipkan STNK dan dokumen yang diperlukan melalui anaknya di sekolah. Setelah diproses petugas, dokumen dapat diambil kembali tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Ini bentuk pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan efisien,” katanya.
Selain memberikan kemudahan pelayanan, Samsat at School juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan daerah.
Dengan demikian, pelajar tidak hanya menjadi pengguna kendaraan bermotor, tetapi juga diharapkan memahami kewajiban administrasi dan pentingnya kontribusi masyarakat melalui pajak.
Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Rembang, Sri Nurjanti, mengapresiasi peluncuran program tersebut.
Menurut dia, inovasi pelayanan publik tidak selalu harus dilakukan melalui perubahan besar. Langkah sederhana yang mampu memberikan kemudahan dan manfaat langsung kepada masyarakat juga merupakan bagian penting dari inovasi.
“Inovasi seperti ini menjadi salah satu bentuk upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pajak,” ujar Sri.
Ia menambahkan, pajak menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.
Karena itu, optimalisasi pendapatan daerah, kata Sri, tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan penerimaan. Lebih dari itu, pemerintah perlu membangun kesadaran masyarakat agar memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban sebagai warga negara.
“Optimalisasi pendapatan daerah bukan semata-mata meningkatkan penerimaan, tetapi juga membangun karakter masyarakat agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah,” katanya.
Sri menegaskan, keberhasilan program peningkatan pendapatan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya tertib administrasi dan kepatuhan pajak.
Melalui Samsat at School, UPPD Rembang berharap akses pelayanan pembayaran pajak kendaraan semakin mudah dijangkau masyarakat. Program tersebut juga diharapkan dapat menanamkan kesadaran membayar pajak sejak dini di lingkungan pendidikan.
Ke depan, program Samsat at School direncanakan diperluas ke sejumlah sekolah lain di Kabupaten Rembang. Perluasan tersebut diharapkan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah.
Reporter: Cholil
Editor: Agus Suprianto













