Pemerataan SMA Negeri Dinilai Penting untuk Mengurangi Angka Putus Sekolah di Pati
PATI – NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam menekan angka anak putus sekolah, terutama pada jenjang pendidikan dari SMP menuju SMA. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena masih terdapat sejumlah kecamatan yang belum memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan bahwa angka anak putus sekolah di Kabupaten Pati masih tergolong tinggi. Meski tidak merinci jumlahnya, ia menyebut mayoritas berasal dari lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
“Kami ini masih punya PR, di kecamatan-kecamatan yang belum ada SMA Negeri, angka anak putus sekolahnya masih sangat tinggi,” ujar Chandra.
Menurutnya, keberadaan SMA Negeri sangat penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi angka putus sekolah. Pemerintah Kabupaten Pati pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar kebutuhan pembangunan SMA Negeri di wilayah yang belum terlayani dapat segera direalisasikan.
“Beberapa kecamatan ini menjadi PR kami. Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi untuk mengatasi hal tersebut, karena angka anak putus sekolah dari tingkat SMP ke SMA masih cukup tinggi,” jelasnya.
Sebelumnya, wacana pembangunan SMA Negeri kembali mengemuka setelah masyarakat Kecamatan Jaken mengajukan usulan resmi kepada Plt Bupati Pati agar wilayah mereka segera memiliki SMA Negeri.
Sementara itu, Deny, warga Kecamatan Gembong, menilai pemerataan akses pendidikan harus menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, keberadaan SMA Negeri di setiap kecamatan akan meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.
“Masih banyak keluarga yang kesulitan menyekolahkan anak ke SMA karena jaraknya jauh dan biaya transportasi cukup besar. Kehadiran SMA Negeri di wilayah yang belum memiliki sekolah akan sangat membantu masyarakat serta menekan angka putus sekolah,” ujar Deny kepada NOTOPROJO.ID.Sabtu (11/07/26)
Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Pati dapat segera merealisasikan pembangunan SMA Negeri di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki sekolah negeri tingkat atas, sehingga seluruh anak di Kabupaten Pati memperoleh akses pendidikan yang adil dan merata.
Deny juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Menurutnya, semakin mudah akses pendidikan yang diberikan pemerintah, semakin besar peluang lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.
Penulis : HAW














