Polairud Polresta Pati Intensifkan SIPOLA CEKAL, Pastikan Pekerjaan Las di Kapal Aman dari Risiko Kebakaran
PATI – NOTOPROJO.ID
Satpolairud Polresta Pati terus menggencarkan inovasi SIPOLA CEKAL (Polisi Polairud Cegah Kebakaran Kapal) sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran kapal di kawasan pelabuhan dan galangan kapal. Kegiatan patroli dan edukasi keselamatan kembali dilaksanakan pada Sabtu (11/7/2026).
Patroli dipimpin Aiptu M.A. Sakti, S.H., bersama personel Satpolairud Polresta Pati dengan menyasar aktivitas pekerjaan panas, seperti pengelasan dan penggerindaan, di atas KM JAYA SENTOSA GT 54 yang sedang menjalani pekerjaan perawatan.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan edukasi kepada anak buah kapal (ABK) maupun para pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan kerja selama melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Petugas juga melakukan patroli di area kapal dan lingkungan pelabuhan untuk memastikan seluruh pekerjaan panas dilakukan sesuai prosedur keselamatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif guna meminimalkan risiko kebakaran yang dapat membahayakan jiwa maupun aset para nelayan.
Selain memberikan imbauan, personel Satpolairud mengingatkan pekerja agar selalu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), karung goni yang dibasahi, serta pompa air atau alkon sebagai langkah antisipasi apabila muncul percikan api saat proses pengelasan maupun penggerindaan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, pekerja las telah menyiapkan seluruh perlengkapan keselamatan yang dianjurkan petugas. Kondisi tersebut dinilai telah memenuhi standar antisipasi awal terhadap potensi kebakaran selama pekerjaan berlangsung.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., mengatakan inovasi SIPOLA CEKAL merupakan komitmen Polairud dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja di kawasan pelabuhan dan kapal-kapal nelayan.
“Melalui patroli rutin dan edukasi kepada pekerja maupun ABK, kami ingin memastikan setiap aktivitas pekerjaan panas dilakukan sesuai prosedur keselamatan sehingga potensi kebakaran kapal dapat dicegah sejak dini,” ujar Kompol Hendrik Irawan.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran kapal berawal dari kelalaian saat melakukan pekerjaan yang menghasilkan percikan api. Karena itu, kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
“Kami mengajak seluruh pemilik kapal, pekerja las, dan ABK agar selalu disiplin menggunakan perlengkapan keselamatan, menyiapkan APAR, karung goni basah, serta sumber air selama pekerjaan berlangsung. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi kebakaran,” tambahnya.
Kompol Hendrik juga mengapresiasi para pekerja di KM JAYA SENTOSA GT 54 yang telah mematuhi imbauan petugas dengan menyiapkan sarana keselamatan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan aman dan lancar.
Sebagai penutup, Satpolairud Polresta Pati mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, maupun pekerja di kawasan pelabuhan agar segera menghubungi layanan darurat Polri melalui Call Center 110 apabila menemukan potensi kebakaran, keadaan darurat, maupun tindak pidana. Layanan tersebut aktif selama 24 jam untuk memberikan respons cepat demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
(Humas Resta Pati)














