Anggaran Proyek APBD Senilai 210 Miliar Tetap Berjalan Sesuai Rencana, Pelaksanaan Bertahap
PATI – NOTOPROJO.ID
Anggaran Proyek APBD Senilai 210 Miliar Tetap Berjalan Sesuai Rencana, namun Pelaksanaan Berthap. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Rabu 10 Juni 2026.
Masyarakat kabupaten Pati yang menyatakan selentingan di media sosial pertanyakan apakah proyek tersebut benar benar realisasi sepenuhnya, mengingat kebijakan pemerintahan kabupaten Pati simpang siur.
Masyarakat butuh kepastian pelaksanaan proyek yang telah dianggarkan dalam APBD senilai Rp210 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Riyoso melalui Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menegaskan bahwa realisasi anggaran Rp210 miliar tetap berjalan. Namun, pelaksanaannya secara bertahap.Yang sudah dikerjakan di ruas jalan kawedanan – kota kayen (depan rsud kayen)+ sumbersari sering dan ruas jalan boloagung trimulyo+wisata talun.
“Tahap pertama ada 14 paket pekerjaan yang sudah selesai proses mini kompetisi dan sudah berkontrak. Pertengahan Juni nanti akan masuk tahap kedua sekitar 10 paket pekerjaan lagi. Kemungkinan total pelaksanaan akan dilakukan dalam tiga tahapan,” jelas Hasto saat dihub redaksi Notoprojo melalui WhatsApp (10/06/26)
Hasto mengungkapkan bahwa dari sejumlah paket perbaikan jalan yang telah berkontrak, saat ini baru beberapa titik yang mulai dikerjakan.
Proyek yang sudah berjalan yakni Jalan Munadi di kawasan Terminal Kembangjoyo, ruas jalan menuju RSUD Kayen, ruas Boloagung–Trimulyo, serta ruas Kebologo–Mojoluhur.Yang sudah berkontrak 4 paket akhir mei kemarin dan 10 paket baru berkontrak jumat kemarin
Menurut Hasto, target penyelesaian seluruh pekerjaan sebelum Hari Jadi Kabupaten Pati pada 7 Agustus 2026 sulit diwujudkan mengingat waktu pelaksanaan yang relatif singkat. Selain itu sebagian besar proyek baru memasuki tahapan kontrak pada akhir Mei.semua paket estimasinya ya awal desember selesainya.
“Kalau semua selesai sebelum Hari Jadi Pati tentu tidak bisa. Tetapi kami perkirakan sekitar 30 sampai 40 persen pekerjaan sudah selesai pada Agustus. Tahap pertama kemungkinan selesai seluruhnya, sedangkan tahap kedua sekitar 50 persen,” katanya.
“Kalau uangnya sudah ada, ya harus segera dikerjakan. Kami memahami ada proses teknis, tetapi masyarakat yang setiap hari melintas merasa dirugikan karena kondisi jalan belum diperbaiki,” pungkasnya.
Penulis : Heroe














