Konflik Warga dan Kadus Tegal Bale Berakhir Damai, Hadi Nasution Mundur Demi Kondusivitas Desa
PATI — NOTOPROJO.ID
Konflik antara warga Dukuh Tegal Bale, Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, akhirnya berakhir damai. Kepala Dusun (Kadus) Tegal Bale, Hadi Nasution, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya setelah ketegangan yang sempat terjadi dengan sejumlah warga.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah untuk meredam konflik sekaligus menjaga stabilitas dan keharmonisan di lingkungan desa.
“Lebih baik saya mengundurkan diri saja agar Desa Gunungpanti kembali kondusif,” ujar Hadi Nasution.
Hadi diketahui telah menjabat sebagai perangkat Desa Gunungpanti selama kurang lebih 25 tahun. Pengunduran dirinya dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menghindari konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat menegaskan, keputusan tersebut bukan hasil tekanan, melainkan murni pilihan pribadi. Salah satu tokoh warga Dukuh Tegal Bale, Wiji, menyebut bahwa warga sejak awal hanya memberikan dua opsi.
“Dari awal kami hanya memberikan pilihan, apakah tetap melanjutkan tugas dengan baik atau mengundurkan diri. Dan beliau memilih mundur atas kemauan sendiri,” kata Wiji.
Ia juga membantah adanya unsur paksaan dalam proses tersebut. Menurutnya, warga justru menginginkan penyelesaian secara damai agar situasi desa kembali tenang dan kondusif.
Dalam musyawarah sebelumnya, warga bahkan disebut siap membantu menyelesaikan persoalan pribadi yang dihadapi Hadi, termasuk terkait kewajiban finansial.
“Pada prinsipnya, warga bersedia membantu jika itu menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Sebelumnya, konflik internal di lingkungan Dukuh Tegal Bale sempat menyita perhatian karena memicu ketegangan antara sebagian warga dan perangkat desa. Namun, penyelesaian melalui pengunduran diri kini dianggap sebagai solusi terbaik.
Dengan berakhirnya konflik tersebut, masyarakat berharap suasana di Desa Gunungpanti kembali harmonis dan aktivitas warga dapat berjalan normal seperti sediakala.
Reporter : Wawan
Editor : Agus suprianto














