Ratusan Desa Rawan Bencana di Rembang Diuji Kesiapsiagaan, Target Tuntas 2029
REMBANG – NOTOPROJO.ID
Sebanyak 130 desa rawan bencana di Kabupaten Rembang mengikuti penilaian Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar di Aula Lantai 4 Kantor Setda Rembang, Rabu (15/4/2026).
Uji kesiapsiagaan ini menjadi langkah pemerintah daerah memperkuat mitigasi bencana di tingkat desa.Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, mengungkapkan dari total 199 desa rawan bencana, baru 33 desa yang telah berstatus Destana.
“Penilaian dilakukan dengan tiga kategori, yakni pratama, madya, dan utama, yang menunjukkan tingkat kesiapsiagaan desa. Hasilnya akan diumumkan pekan depan,” kata Hanies.
Menurutnya, indikator penilaian meliputi kesiapan infrastruktur, regulasi di tingkat desa, hingga komitmen penganggaran untuk penanggulangan bencana.
Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan seluruh desa rawan bencana dapat berstatus Destana pada 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hanies menegaskan, penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dinilai krusial dalam membangun ketangguhan desa.
Di sisi lain, Kepala Desa Kajar, Widayat, menyebut wilayahnya hampir setiap tahun terdampak longsor. Ia menilai program Destana membantu desa memahami langkah mitigasi yang tepat.
“Setiap tahun kami menghadapi longsor. Dengan adanya kegiatan ini, desa mendapat pembelajaran penting terkait penanganan bencana,” ujarnya.
Program Destana sendiri merupakan upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mengenali ancaman, mengurangi risiko, serta pulih dari dampak bencana secara mandiri.
Penulis : Heroe













