Di Hadapan Ratusan Jamaah, Plt Bupati Ajak Warga Wujudkan Pati yang Berkah
PATI – NOTOPROJO.ID
Ratusan warga memadati Pengajian Umum Haul Mbah Mangunnuneng yang menghadirkan Gus Muwafiq dan KH Ahmad Nuryanto di Dukuh Jatikebo, Desa Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Sedekah Bumi tersebut berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kemajuan Kabupaten Pati.
Acara tersebut turut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimcam Pucakwangi. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang antusias mengikuti pengajian hingga selesai.
Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pati saat ini tengah menjalankan amanah sesuai ketentuan perundang-undangan. Karena itu, ia memohon doa dan dukungan masyarakat agar mampu mengemban tugas dengan baik demi kemajuan daerah.
“Kami hanya menjalankan amanah yang telah diperintahkan oleh perundang-undangan. Untuk itu kami mohon doa restu dari Bapak dan Ibu sekalian agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Kabupaten Pati yang kita cintai bersama,” ujar Chandra.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Pati memiliki warisan sejarah dan spiritual yang kuat. Menurutnya, daerah berjuluk Bumi Mina Tani tersebut telah melahirkan banyak tokoh dan ulama besar yang menjadi teladan bagi generasi penerus.
“Kita lahir dari tanah para leluhur yang luar biasa. Kabupaten Pati dianugerahi Allah SWT sebagai daerah yang baik dan penuh berkah, serta melahirkan ulama-ulama besar seperti Kyai Mutamakkin yang dikenal luas di Nusantara,” katanya.
Lebih lanjut, Chandra menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan harus berdiri di atas fondasi moral dan akhlak yang kuat agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pembangunan yang didasari oleh akhlak dan nilai-nilai kebaikan akan melahirkan kebijakan serta tindakan yang baik pula. Karena itu, aspek moral harus menjadi fondasi utama dalam membangun daerah,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi tradisi Sedekah Bumi dan pengajian yang terus dilestarikan masyarakat. Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan tersebut dinilai mampu mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjadi ruang bersama untuk memanjatkan doa demi kemajuan daerah.
“Melalui pengajian dan doa yang dipanjatkan bersama, saya yakin Kabupaten Pati akan tumbuh menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tradisi Sedekah Bumi yang telah mengakar di tengah masyarakat tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan gotong royong dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan penuh berkah.
Editor: Agus Suprianto














