Wabup Rembang Wanti-wanti Kemarau Ekstrem, PMI Diminta Perkuat Kesiapsiagaan
REMBANG – NOTOPROJO.ID
Wakil Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, mengingatkan potensi kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung mulai April hingga Agustus atau September 2026. Seluruh pihak, khususnya Palang Merah Indonesia (PMI), diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Peringatan itu disampaikan Hanies saat menghadiri kegiatan halal bihalal dan rapat koordinasi di Kantor PMI Kabupaten Rembang, Senin (6/4/2026).
Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, ia menegaskan ancaman kemarau panjang tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi memicu krisis air bersih hingga kebakaran lahan.
“Kita tidak boleh terlena. Prediksi BMKG menyebutkan akan terjadi kemarau panjang dan ekstrem. Ini menjadi peringatan bagi kita semua, khususnya PMI,” ujar Hanies.
Ia menekankan, peran PMI tidak hanya dibutuhkan saat banjir, tetapi juga saat kekeringan melanda. Menurutnya, dampak kemarau bisa sama seriusnya bagi masyarakat.
“Saat musim hujan PMI selalu hadir. Saat kemarau pun harus demikian, karena bencana kekeringan juga membutuhkan kehadiran PMI,” lanjutnya.
Hanies juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PDAM, dan instansi terkait, terutama dalam distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Ia mengingatkan, sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu yang paling rentan terdampak jika kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Rembang, Samsul Anwar, memastikan kesiapan jajarannya menghadapi kondisi tersebut. PMI telah menyiapkan armada truk tangki air bersih berkapasitas lebih dari 5.000 liter.
“Truk tangki sudah kami siagakan. Dalam kondisi tertentu, bisa tiga sampai empat kali distribusi air ke desa dalam sehari,” jelasnya.
Tak hanya itu, layanan ambulans juga dipastikan tetap beroperasi setiap hari untuk mendukung rujukan pasien, termasuk ke luar daerah seperti Semarang dan Solo.
“Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tandasnya.














