Karya Seni Lukisan Wajah Karya Ridha Pratama Pemuda Asal Pati Diterima Menteri Ekraf
JAKARTA – NOTOPROJO.ID
Suasana haru dan bangga mewarnai kunjungan resmi Bupati Pati H. Sudewo, ST, MT ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jumat (11/7/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Sudewo secara langsung menyerahkan sebuah karya seni lukisan benang bergambar wajah Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.
Lukisan tersebut merupakan hasil cipta Ridha Pratama, pemuda kreatif asal Kabupaten Pati yang aktif di bidang ekonomi kreatif (ekraf).
“Ini saya menyerahkan lukisan benang dari kreasi atau ciptaan Mas Ridha Pratama, pemuda ekraf dari Kabupaten Pati kepada Bapak Menteri Ekonomi Kreatif. Mudah-mudahan Bapak Menteri berkenan dan dapat membantu Mas Ridha untuk berkembang,” ujar Bupati Sudewo dalam sambutannya.
Mendapatkan hadiah spesial itu, Menteri Teuku Riefky Harsya mengaku terharu dan bangga. Ia menilai karya anak-anak muda Pati memiliki potensi besar di ranah ekonomi kreatif, dengan pendekatan yang unik dan mendalam.
“Terima kasih Pak Bupati, terima kasih Mas Ridha. Luar biasa, saya sangat mengapresiasi, terharu juga, dan tidak menyangka begitu banyak putra-putri Pati yang punya talenta luar biasa,” ungkap Menteri Riefky.
Lebih lanjut, Menteri Riefky menegaskan komitmennya bahwa Kemenparekraf siap mendukung Kabupaten Pati untuk masuk dalam jaringan Kabupaten/Kota Kreatif di Indonesia.
“Insya Allah ke depan, Kementerian Ekonomi Kreatif siap mendukung Kabupaten Pati menjadi Kabupaten Kreatif. Kita semua akan mendukung penuh, terutama Pak Bupati, agar industri kreatif di Pati bisa tumbuh menjadi kebanggaan bersama, mendukung pelaku ekraf, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Bupati Sudewo pun menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan dari Kemenparekraf. Ia menegaskan, pengembangan sektor ekonomi kreatif akan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah di Kabupaten Pati ke depan.
“Kami percaya bahwa sektor ekonomi kreatif ini adalah jalan baru bagi kesejahteraan masyarakat Pati,” pungkas Sudewo.
(*)














