PDAM Pati Diharapkan Berbenah Untuk Tingkatkan Kinerja, Targetkan 100 Ribu Pelanggan di 2026
PATI – NOTOPROJO.ID
Bupati Pati, Sudewo, menggaungkan semangat perubahan di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pati. Dalam arahannya yang disampaikan langsung kepada jajaran pegawai PDAM di Kantor PDAM Pati, Rabu (2/7), ia menegaskan pentingnya pergeseran paradigma kerja.
“Paradigmanya harus melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegas Sudewo di hadapan para pegawai.
Tak hanya itu, Sudewo meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek PDAM, mulai dari manajemen, sumber daya manusia, sistem keuangan, hingga pelayanan terhadap pelanggan. Evaluasi ini dianggap penting untuk memastikan lembaga tersebut benar-benar menjadi garda terdepan dalam menjamin kebutuhan air bersih masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menetapkan target ambisius: jumlah pelanggan PDAM yang saat ini berjumlah sekitar 40.600 harus meningkat menjadi minimal 100.000 pelanggan pada tahun 2026.
“Target ini bukan sekadar angka. Ini soal komitmen kita dalam menyediakan layanan air bersih yang merata,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya perluasan jaringan layanan PDAM untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih, khususnya saat musim kemarau.
Salah satu solusi konkret yang diusulkan adalah pemanfaatan potensi air dari Bendung Kembang Kempis di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan. Menurutnya, penggunaan air permukaan jauh lebih efisien dan berkelanjutan dibandingkan eksploitasi air tanah.
“Kalau seluruh masyarakat terlayani, PDAM bukan hanya bermanfaat bagi warga, tapi juga meningkatkan pendapatan daerah,” pungkas Sudewo.
Langkah ini menandai komitmen serius Pemerintah Kabupaten Pati dalam menghadirkan layanan publik yang profesional, pro-rakyat, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
(*)














