Dokter Asal Pati dr. Widi Antono, M.Kes., Sp.B Jadi Managing Editor Jurnal Bedah PABI Bertaraf Internasional
PATI – NOTOPROJO.ID
Nama Kabupaten Pati kembali mencuat di tingkat nasional melalui kiprah dokter spesialis bedah, dr. Widi Antono, M.Kes., Sp.B. Ia dipercaya menjadi Managing Editor Jurnal Bedah Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) dalam kegiatan Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) XXIII PABI yang digelar di Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dr. Widi tidak hanya hadir sebagai peserta dan dokter spesialis bedah, tetapi juga menjalankan peran penting dalam pengembangan publikasi ilmiah PABI. Momentum itu sekaligus ditandai dengan peluncuran Jurnal Bedah PABI, yang diproyeksikan berkembang menjadi jurnal bertaraf internasional.
Jurnal tersebut mengusung motto The Indonesian Journal of Surgery dengan semboyan “Disce Alte, Dona Libre” atau “Learn Deeply, Share Freely”. Jurnal ini memuat berbagai tulisan ilmiah, hasil penelitian, serta pemikiran para dokter spesialis bedah dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut dr. Widi, penerbitan jurnal tersebut merupakan hasil kolaborasi PABI bersama dokter spesialis bedah dan guru besar dari berbagai wilayah di Indonesia. Seluruh artikel yang diterbitkan menggunakan bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan pembaca.
“Jurnal ini merupakan kolaborasi PABI dengan berbagai dokter spesialis bedah dan guru besar di seluruh Indonesia. Kami menggunakan bahasa Inggris karena sasaran jurnal ini tidak hanya dokter bedah dari Indonesia, tetapi juga seluruh dunia,” ujar dr. Widi.
Ia mengatakan, penggunaan bahasa Inggris diharapkan membuat berbagai hasil penelitian dan pengalaman klinis dokter Indonesia dapat diakses oleh komunitas medis internasional.
Keberadaan jurnal tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi para dokter bedah untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan informasi mengenai perkembangan terbaru dalam ilmu bedah.
Selain memperkuat publikasi ilmiah PABI, jurnal itu diharapkan memberikan manfaat bagi dokter-dokter muda yang sedang mengembangkan kompetensi di bidang bedah. Mereka dapat memanfaatkan jurnal tersebut sebagai salah satu referensi ilmiah sekaligus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran secara global.
“Kami berharap jurnal ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap perkembangan ilmu bedah,” katanya.
Kiprah dr. Widi Antono dalam P2B2 XXIII PABI di Banda Aceh menjadi salah satu kontribusi tenaga medis asal Kabupaten Pati dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kedokteran.
Peran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dokter asal daerah mampu mengambil bagian dalam pengembangan publikasi ilmiah dan jejaring keilmuan yang menjangkau tingkat nasional hingga internasional.
Penulis : Heroe














