KKN UIN Sunan Kudus Dorong UMKM Sokokulon Naik Kelas Lewat Ekoteknologi
PATI – NOTOPROJO.ID
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 146 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus mulai menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kehadiran 14 mahasiswa tersebut secara resmi diterima Pemerintah Desa Sokokulon melalui upacara pembukaan dan serah terima peserta KKN yang berlangsung di Kantor Desa Sokokulon, Senin (3/8/2026).

Kegiatan itu dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. H. Ahmad Atabik, Lc., M.S.I., Kepala Desa Sokokulon KH. Jami’an, S.Pd.I., jajaran panitia desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Ahmad Atabik secara resmi menyerahkan mahasiswa KKN kepada Pemerintah Desa Sokokulon. Ia berharap para mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
“Kami berharap para mahasiswa dapat bekerja sama dengan masyarakat setempat, mengeksplorasi potensi desa menggunakan pendekatan pembangunan masyarakat berbasis aset atau ABCD, serta menerapkan pengetahuan akademis dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Atabik.
Sementara itu, Kepala Desa Sokokulon KH. Jami’an menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN. Pemerintah desa, kata dia, siap memberikan dukungan dan pendampingan selama pelaksanaan KKN yang berlangsung sekitar satu bulan.
“Kami sangat terbuka dan siap mendampingi saudara-saudara mahasiswa. Kami berharap program yang dibawa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan perekonomian desa dan kegiatan keagamaan,” kata Jami’an.
Fokus UMKM dan Ekoteknologi
Kelompok KKN 146 mengusung tema “Memperkuat Potensi Desa dan Menginternalisasi Ekoteknologi.” Sejumlah program telah disiapkan dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Sokokulon.
Koordinator Kelompok KKN 146, Bayu, mengatakan salah satu fokus utama mahasiswa adalah membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat meningkatkan kapasitas usahanya.
Program yang disiapkan antara lain pendampingan pengurusan sertifikasi halal secara gratis melalui layanan SIHALAL, digitalisasi lokasi usaha melalui Google Maps, serta edukasi dan penerapan kepedulian terhadap lingkungan berbasis ekoteknologi.
“Setelah acara pembukaan, kami langsung mulai memetakan potensi desa dan bertemu dengan para pelaku UMKM setempat untuk memastikan rencana kerja kami tepat sasaran,” ujar Bayu.
Menurut dia, pemetaan potensi menjadi langkah awal agar program KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung.
Rangkaian pembukaan KKN ditutup dengan pemotongan kue beras, penyerahan spanduk, dan foto bersama.
Dengan dimulainya program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 146 UIN Sunan Kudus akan melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian hingga akhir Agustus 2026, dengan harapan dapat ikut mendorong penguatan ekonomi, digitalisasi UMKM, kepedulian lingkungan, serta pengembangan potensi Desa Sokokulon.
Penulis :
Rahma Fitria Mahasiswa Prodi Tadris IPS














