Produksi Bawang Merah Rembang Tembus 11.226 Kuintal, Pemkab Bidik Sentra Hortikultura Pantura
REMBANG — NOTOPROJO.ID
Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong pengembangan bawang merah sebagai salah satu komoditas hortikultura unggulan. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya produksi dan semakin luasnya wilayah budidaya bawang merah di Kabupaten Rembang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan peluang pengembangan bawang merah masih terbuka lebar. Komoditas tersebut dinilai memiliki prospek pasar yang cukup baik.
“Potensi hortikultura, utamanya bawang merah, ini terus berkembang di Kabupaten Rembang. Prospek pasarnya juga relatif bagus,” ujar Agus.
Menurut Agus, selama ini kebutuhan bawang merah di wilayah Pantura masih banyak ditopang daerah Brebes dan Tegal. Karena itu, Rembang didorong untuk mengambil peran sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah.
“Selama ini kita masih sangat bergantung pada daerah Brebes dan Tegal. Karena itu, untuk wilayah Pantura kami berupaya agar Rembang menjadi salah satu daerah penghasil bawang merah,” katanya.
Budidaya bawang merah saat ini telah berkembang di sejumlah wilayah Rembang. Selain Kecamatan Sumber, pengembangan juga mulai terlihat di Kecamatan Pamotan, Gunem, Kragan, Bulu, dan sejumlah wilayah lainnya.
Data Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dintanpan Kabupaten Rembang menunjukkan produksi bawang merah pada 2025 mencapai 11.226 kuintal dari luas panen 118 hektare.
Produktivitas rata-rata mencapai 95,14 kuintal per hektare.
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat luas panen 109 hektare, produksi 9.815 kuintal, dan produktivitas 90,46 kuintal per hektare.
Artinya, dalam satu tahun produksi meningkat 1.411 kuintal dan luas panen bertambah sembilan hektare.
Jika ditarik dalam kurun lima tahun, produksi bawang merah Rembang menunjukkan tren peningkatan. Produksi tercatat 9.137 kuintal pada 2021, naik menjadi 9.540 kuintal pada 2022, 9.691 kuintal pada 2023, 9.815 kuintal pada 2024, dan mencapai 11.226 kuintal pada 2025.
Kecamatan Pamotan menjadi salah satu penyumbang produksi terbesar pada 2025. Dengan luas panen 65 hektare, produksi bawang merah di wilayah tersebut mencapai 5.550 kuintal.
Sementara Kecamatan Gunem mencatat produktivitas tertinggi, yakni 236,83 kuintal per hektare dari luas panen 12 hektare dengan produksi 2.842 kuintal.
Agus mengatakan peningkatan produksi perlu diikuti dengan modernisasi pertanian. Pemerintah daerah mendorong petani, khususnya generasi muda, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
“Kami mendorong teman-teman petani milenial untuk memanfaatkan drone secara optimal sekaligus mengampanyekan kepada petani lain agar pertanian dengan sarana dan prasarana modern terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Pemkab Rembang berharap luas tanam bawang merah terus bertambah. Dengan dukungan teknologi, pendampingan penyuluh, serta meningkatnya minat petani muda, Rembang ditargetkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra bawang merah di wilayah Pantura.
Penguatan komoditas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Rembang.
Reporter : Cholil














