Petani Sumber Mulai Kembangkan Bawang Merah dari Benih, Hasil Capai 20 Ton per Hektare
REMBANG — NOTOPROJO.ID
Petani di Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, mulai mengembangkan budidaya bawang merah menggunakan benih atau biji. Metode tersebut menjadi alternatif dari pola tanam menggunakan umbi yang selama ini lebih umum diterapkan.
Manager Brigade Pangan Sumber Sejahtera, Alif Fachrijal Rosyid, mengatakan pengembangan bawang merah dari benih masih dalam tahap pembelajaran dan uji coba. Namun, hasil awal yang diperoleh cukup menjanjikan.
“Kalau menggunakan benih, potensi hasilnya bisa mencapai 15 hingga 20 ton per hektare. Saat ini kami masih dalam tahap pengembangan dan pembelajaran, tetapi hasil awal cukup menjanjikan,” ujar Alif, Selasa (11/8/2026).
Menurut Alif, budidaya bawang merah di Kecamatan Sumber dalam dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif. Kondisi lahan dinilai mendukung, sementara petani mulai menerapkan teknologi dalam proses budidaya.
Meski demikian, budidaya bawang merah memiliki sejumlah tantangan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting, terutama saat memasuki musim kemarau.
Selain itu, petani harus mempersiapkan kebutuhan produksi sejak awal, mulai dari benih, pupuk hingga obat-obatan tanaman.
“Yang paling berat biasanya serangan hama dan penyakit, seperti ulat, kutu, tungau, dan thrips. Karena itu perawatan harus intensif, termasuk penyemprotan secara berkala,” katanya.
Untuk meningkatkan efisiensi, Brigade Pangan Sumber Sejahtera juga mulai memanfaatkan drone dalam proses penyemprotan tanaman.
Alif mengatakan drone tersebut merupakan bantuan Brigade Pangan yang sebelumnya digunakan untuk tanaman padi. Saat musim kemarau, alat tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu penyemprotan bawang merah.
“Awalnya untuk tanaman padi, tetapi saat musim kemarau kami manfaatkan untuk bawang merah dan hasilnya cukup efektif,” ujarnya.
Pengembangan budidaya dari benih tersebut dilakukan dengan pendampingan penyuluh pertanian serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang.
Petani berharap dukungan berupa pelatihan, pendampingan pengendalian hama dan penyakit, serta sarana produksi pertanian terus diperkuat.
Dengan pengembangan teknologi dan metode budidaya baru, petani Sumber berharap bawang merah tidak hanya menjadi komoditas tambahan, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan utama petani di wilayah tersebut.
Reporter : Cholil














