Ikon Wisata dan Olahraga Warga, Anggaran Perawatan Alun-alun Pati Turun hingga 70 Persen
PATI – NOTOPROJO.ID
Anggaran pemeliharaan fisik Taman Alun-alun Simpang Lima Kabupaten Pati pada tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Henri Setiawan, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran pemeliharaan fisik Alun-alun Simpang Lima tahun ini hanya sebesar Rp50 juta. Nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan anggaran pada tahun 2025 yang berkisar antara Rp150 juta hingga Rp200 juta.
“Untuk Alun-alun Kabupaten Pati, anggaran outsourcing sebesar Rp200 juta. Namun, anggaran pemeliharaan fisiknya hanya Rp50 juta, padahal sebelumnya mencapai sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta,” ujar Henri.
Sebagai ruang terbuka publik sekaligus ikon Kabupaten Pati, Alun-alun Simpang Lima memiliki peran penting bagi masyarakat. Kawasan ini menjadi wajah Kota Pati dan hampir setiap hari ramai dikunjungi warga untuk berolahraga, bersantai, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati berbagai kegiatan masyarakat. Pada akhir pekan maupun hari libur, alun-alun juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang mampu menarik pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati maupun daerah sekitarnya.
Henri menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya berdampak pada Alun-alun Simpang Lima, tetapi juga terhadap pemeliharaan seluruh taman yang berada di bawah pengelolaan DLH Kabupaten Pati.
Saat ini, Kabupaten Pati memiliki 52 titik taman, yang terdiri atas taman median jalan maupun taman aktif. Beberapa taman aktif di antaranya berada di Alun-alun Pati, Alun-alun Juwana, Alun-alun Tayu, Hutan Kota Kalidoro, dan Hutan Kota Plangitan.
“Total ada 52 titik taman yang kami kelola, termasuk taman median jalan dan taman aktif seperti Alun-alun Pati, Alun-alun Juwana, Alun-alun Tayu, Hutan Kota Kalidoro, serta Plangitan,” jelasnya.
Sementara itu, total anggaran pengelolaan dan pemeliharaan taman selama tahun 2026 mencapai sekitar Rp700 juta. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk perawatan taman, tetapi juga mencakup pengadaan suku cadang kendaraan operasional serta pembelian bahan bakar minyak (BBM).
“Total anggaran sekitar Rp700 juta untuk seluruh kebutuhan, termasuk pemeliharaan 52 titik taman, pengadaan suku cadang kendaraan operasional, dan BBM,” tambah Henri.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, DLH Kabupaten Pati memastikan perawatan rutin tetap dilakukan agar kondisi taman tetap terjaga. Pemeliharaan tersebut meliputi pemangkasan tanaman, pembersihan area taman, penyiraman, hingga operasional kendaraan pengangkut dan mesin pemotong rumput.
DLH berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi kualitas pelayanan dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan ruang terbuka hijau. Mengingat Alun-alun Simpang Lima merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus etalase Kabupaten Pati, keberadaannya diharapkan tetap terawat sehingga nyaman dikunjungi sebagai destinasi wisata, tempat berolahraga, dan ruang interaksi sosial bagi masyarakat.
Penulis : HAW














